Miris! Memasuki Tahun Ajaran Baru, Karina Tak Memiliki Seragam dan Hanya Berbekal Sebuah Buku

Karina Maharani (6) siswi kelas 1 SDN Sukahati 4. Gadis yatim (dhuafa) warga Kampung Batususun Desa Sukahati, Kecamatan Cilawu, Kabupaten Garut, Jawa Barat./HMP 'GE'.

HARI pertama sekolah, disambut suka cita para siswa dan orangtuanya. Himbauan Mendikbud Anis Baswedan agar para orangtua mengantar anaknya ternyata direspon dengan antusias. Sayangnya tak semua anak bernasib baik, seperti yang terjadi pada Karina (6) Maharani, siswi kelas 1 SDN Sukahati 4 Kecamatan Cilawu.Tak seperti namanya yang begitu indah, gadis kecil ini justru bernasib malang.

Saat datang ke sekolah, Ia hanya memakai baju seadanya, bersandal jepit dan hanya menenteng satu buku. Yang lebih menyayat hati, Karin tidak diantar siapapun. Menurut salah seorang guru SMP Persada Cilawu, Deva Yulianti, S.Pd, mengatakan, Karina adalah anak yatim karena ibunya telah meninggal di usia 24 tahun.

Sedangkan ayahnya justru meninggalkannya, dan tak ada kabar berita hingga hari ini. Sejak itu Karina hanya diasuh sang nenek yang sudah sangat renta karena usianya sudah 90 tahun.
Lewat akun facebook nya, Deva Yulianti mencoba mengetuk hati para netizen. Dalam waktu yang tidak terlalu lama, kabar yang dibuatnya mendapat respon positif dari para netizen.

Sejumlah komentar bernada simpati dan janji untuk memberikan bantuan datang silih berganti termasuk dari para aktivis di Kabupaten Garut. Respon yang sangat cepat juga dituliskan oleh Kabid Pendas, Disdik Garut, Totong, S.Pd, M.Si yang berjanji akan segera mengunjungi Karina Maharani, Senin (25/7) lusa.

Hingga berita ini diturunkan, redaksi GE belum bisa meminta konfirmasi dari keluarga Karina karena kesulitan akses untuk menghubunginya. Dari informasi yang diperoleh dari gurunya, kondisi kehidupan Karina dan neneknya yang beralamat di Kampung Batususun, Desa Sukahati, Kecamatan Cilawu, Kabupaten Garut, Jawa Barat sangatlah memprihatinkan. (HMP)***