Miris, Aksi Perkelahian Sesama Pelajar di Garut Kembali Viral

Tampak perkelahain sesama pelajar SMP di kawasan Karangpawitan, Kabupaten Garut, baru-baru ini./ foto:screenshot video whatsapp.***

GARUT, (GE).- Tragedi perkelahian siswa SD berujung maut di kawasan Cikajang masih menyisakan duka mendalam pihak keluarga. Kali ini aksi yang membuat miris dunia pendidikan dan para orang tua kembali terjadi di Kabupaten Garut. Baru-baru ini beredar video perkelahian antar pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Garut.

Dalam video yang tersebar melalui aplikasi whatapp tersebut, tampak dua orang pelajar melakukan perkelahian dengan disaksikan teman-teman sekolahnya.

Menurut Kapolsek Karangpawitan, Kompol Oon Suhendar, kejadian itu berlangsung Rabu (25/7/2018) lalu. “Kejadiannya di luar jam sekolah, pelakunya F dan D, biasa karena soal sepele,” katanya kepada sejumlah awak media, Senin (30/7/2018).


Dijelaskannya, saat itu F dan D yang merupakan kelas VII, merasa tersinggung karena tatapan keduanya yang terkesan mencurigakan. Namun entah dari mana asalnya, tiba-tiba R dan O yang merupakan alumni SMP tersebut mendatangi lokasi pertengkaran selanjutnya ‘menduelkan’ keduanya.

“Yang merekam dan bersuara dalam video itu R, dia yang merekam semuanya,” kata Kapolsek Karangpawitan.

Setelah disebar ke medsos, adegan tak pantas berdurasi beberapa detik tersebut dengan cepat beredar luas. Untuk menghindari hal yang tidak diinginkan akibat berderanya video tersebut, pihak Kepolisian Sektor Karangpawitan akhirnya mengamankan para pelaku, termasuk dua alumni yang merekam adegan itu.

“Saya mendapatkan video itu Rabu sore, besok paginya langsung mendatangi sekolah itu,” kata. Orang tuanya pun kami panggil untuk kami damaikan,” kata Kompol Oon.

Dengan disaksikan kepala sekolah dan seluruh siswa yang terlibat dalam video itu, sejak Kamis (26/7/2018) lalu kasus itu dianggap selesai dan tidak berbuntut panjang. “Bahkan rencanya R yang alumni itu mau ke sekolah meminta maaf karena telah menyebarkan video itu,” katanya.

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Garut AKP Auliya Rifqie A Djabar menyatakan, paska merebaknya video pertengkaran itu, Polsek Karangpawitan langsung mendamaikan seluruh pihak yang terlibat dalam kasus itu.

“Orang tua kedua pelaku, kemudian sekolah sudah dikumpulkan, kedua pelaku tidak ada luka berat, cuma memang viral saja,” tukasnya.

Kepala sekolah SMP 1 Karangpawitan, Didi Rustandi mengakui jika kedua pelaku perkelahian siswa pelajar itu adalah siswa didiknya. “Betul itu siswa kami, tapi kejadiannya di luar sekolah,” ujarnya.

Sebelumnya sebuah video amatir pertengkaran terbuka dua pelajar sekolah menengah pertama (SMP) di Kabupaten Garut, dengan cepat terpublikasi melalui media sosial. Dalam video itu, tampak dua remaja yang beberapa diantaranya berseragam bertengkar kemudian berkelahi dengan menggunakan tangan kosong. (Jay Wijaya)**

Editor: ER.

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI