Mirip Kubangan Kerbau, Jalan Desa Pangeureunan Menunggu Dibenahi

SALAH seorang warga harus berjibaku melintas buruknya kondisi jalan Desa Pangeureunan, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Garut, Kamis (20/4/2017)/ foto: TAF. Senopati."GE"

GARUT, (GE).- Kondisi jalan Desa Pangeureunan, Kecamatan Limbangan saat ini mengkhawatirkan. Selain itu daerah ini juga merupakan salah satu desa tertinggal yang terletak di tapal batas pertigaan Kabupaten Bandung sebelah barat dan Kabupaten Sumedang sebelah utara. Desa Pangeureunan yang juga berada persis antara kaki Gunung Masigit dan Gunung Karimbi menambah minimnya akases bantuan.

Ramdan Gumilar, salah seorang warga sekitar yang sehari-hari melintas ke jalur jalan Desa Pangeureunan mengeluhkan kondisi jalan yang rusak parah.

“Untuk melintas jalan ini kita harus bersusah payah sekuat tenaga menembus jalan ini. Saya harus mati-matian untuk bisa sampai ke tempat pekerjaan. Kadang tak jarang terjatuh.” ujar Ramdan yang sehari-hari bekerja sebagai tenga pengajar di SDN Pangeureunan 04.


Menurutnya memang jalan itu hanya jalan desa, Namun jalan ini merupakan akses penting bagi warga Pangereunan. Jalan Desa yang kurang lebih sepanjang 7 kilo meter itu kondisinya akan lebih parah jika musim penghujan.

Sementara itu, Kepala Desa Pangeureunan, Sulaeman mengatakan, Desa Pangereunan yang memiliki luas 30 persen dari Kecamatan Limbangan, artinya Desa pangereunan Desa terluas di Limbangan. Dengan luas tersebut tentunya memiliki potensi tersendiri. Meski desanya memiliki potensi aset desa yang cukup, Desanya termasuk ke dalam kategori desa tertinggal.Tercatat,rata-rata warga Desa Pangeureunan berijazah Sekolah Dasar (SD).

“Desa Pangeureunan sebenarnya cukup potensial, sebut saja beberapa bulan kebelakang, mentri pertanian saja pernah berkunjung kedesanya dalam panen Raya Jagung. Sayangnya kurang diperhatikan pemerintah” katanya.

Dikatakannya, untuk rehabilitasi jalan ia bersama lima Desa sekitar telah mengajukan rehab jalan untuk jalan Kabupaten. Diharapkannya ada sentuhan dana aspirasi dari Dewan. (TAF Senopati/ GE)***

Editor: Kang Cep.

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI