Miras Oplosan Kembali Renggut Korban, Bupati : Garut Sudah Bahaya Moral

PENDOPO, (GE).- Bupati Garut, Rudy Gunawan mengatakan, Kabupaten Garut sudah masuk katagori “Bahaya Moral”. Hal itu terkait kasus miras oplosan yang kembali merenggut korban empat warga Kelurahan Kota Kulon, Kecamatan Garut Kota, Minggu (13/11/2016). Tiga orang diantaranya tewas, serta satu orang dinyatakan kritis dan masih dalam perawatan intensif Rumah Sakit Umum dr. Slamet Garut.

” Ini sudah bukan lagi krisis moral, tapi sudah bahaya,” ujarnya, usai melantik pengurus Karang Taruna Kabupaten Garut, di Gedung Pendopo, Selasa (15/11/2016).

Menurutnya, meski peredaran minuman keras (miras) sudah diperketat, namun masyarakat masih tetap mengkonsumsi. Lebih celakanya lagi kata Rudy, justru beralih ke miras oplosan. Oleh karena itu, sambung Rudy, pihaknya tengah mengatur strategi untuk melakukan gerakan bersama para camat dan tokoh masyarakat, untuk mengatasi permasalahan moral di daerahnya.


” Saya akan melakukan gerakan bersama para camat dan tokoh masyarakat, yang akan saya pimpin langsung., Para camat saya perintahkan untuk penegakan Perda,” katanya.

Menurut keterangan dari salah seorang korban selamat, Rian Hidayatuloh (26), ia dan korban lainnya menjadi korban keracunan akibat menenggak Miras oplosan. Menurutnya, ia beserta tiga teman lainnya mengoplos Miras dengan bahan baku alcohol 70 persen yang biasa digunakaan untuk membersihkan luka, dicampur dengan minuman suplemen.

Menurut Rian, dirinya menenggak miras oplosan dengan tiga temannya di tempat terpisah. Usai menenggak Miras Oplosan dirinya merasakan mual dan pusiing. Bahkan dirinya mengaku langsung tak sadarkan diri.

Selain masalah bahaya moral, sambung Rudy, kehadiran anak punk yang berkeliaran di Garut, itupun menjadi perhatiannya. Sebab kehadiran mereka dinilai meresahkan masyarakat. Oleh karena itu Pemkab Garut akan bekerja sama dengan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan Dan Anak (P2TP2A) untuk pembinaannya..

“Sekarangkan repot juga mau nangkap anak punk, tapi mau dikemanain? Nantinya kita buat rumah singgah, di P2TP2A untuk pembinaannya,”imbuhnya.

Masih menurut Rudy, tahun depan akan dianggarkan secara khusus untuk menaggulani┬á permaslahan masyarakat tersebut. Pihaknya juga akan melakukan langkah – langkah prefentif dan quratif.”Prefentif ini tentu memerlukan kerjasama semua pihak terutama para ulama – ulama di daerah,” pungkasnya. (Dhief).***

Editor: Kang Cep.

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI