Minim Stok Darah, PMI Sebut dalam Sebulan Kabupaten Garut Butuh 2000 Labu

ilustrasi.

GARUT, (GE).- Menurut catattan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Garut, dalam sebulannya kebutuhan darah di Garut cukup tinggi. PMI Garut menyebut, setidaknya dibutuhkan 2000 labu dalam sebulannya. Sementara itu, pemenuhan kebutuhannya tiap bulan hanya mencapai 1500 labu atau kekurangan 500 labu.

” PMI Garut memang masih kesulitan memenuhi kebutuhan darah rata-rata 500 labu tiap bulannya. Kami terus melakukan berbagai upaya,” ujar Ketua PMI Kabupaten Garut, Helmi Budiman saat ditemui dalam kegiatan donor darah di kantor Bappeda Garut, Senin (27/8/2018).

Menurut Helmi, untuk menutupi kekurangan tersebut, PMI Garut terpaksa meminta suplay darah ke kabupaten/kota terdekat seperti Bandung. Selama ini PMI Garut terus berupaya agar dapat memenuhi seluruh kebutuhan darah yang mencapai 2000 labu tiap bulannya.


“Kita telah lakukan berbagai program yang berkaitan dengan peningkatan kesadaran masyarakat untuk mendonorkan darahnya,” katanya.

Kegiatan donor darah yang diselenggarakan di kantor Bappeda Garut ini, tutur Helmi, merupakan salah satu upaya mengejar taget penyediaan darah hingga 2000 labu. Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan peringatan HUT Ri ke 73 tingkat Kabupaten Garut.

Para pendonor tetap sampai saat ini masih kurang dari 1 persen dari polulasi penduduk Garut atau baru mencapai sekitar 20 ribuan. Angka ini dinilainya relatif masih kecil jika dibandingkan dengan jumlah warga Garut yang mencapai sekitar 3 juta jiwa.

“Kita akan terus tingkatkan stok darah agar bisa memenuhi kebutuhan sehingga tak lagi tergantung ke daerah lain. Salah satu caranya lebih menggalakan kegiatan donor darah seperti halnya yang dilakukan di Bappeda ini,” tukasnya. (Tim GE)***

Editor: ER.

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI