Minim Lapangan Kerja, Pengangguran di Garut Masih Tinggi

GARUT, (GE).- Masalah sosial di Kabupaten Garut begitu komplek. Sehingga tak ayal “cap” sebagai daerah tertinggal masih menempel di wajah pemerintahan Garut.

Masalah yang paling krusial untuk segera dituntaskan pemerintah antara lain, pendidikan, kesehatan dan daya beli masyarakat. Namun sampai saat ini Pemkab Garut masih kesulitan untuk memecahkan permasalahan tersebut.

Ketua Komisi D DPRD Garut, Asep D Maman, mengungkapkan dari total jumlah penduduk Garut 3,2 juta jiwa 13 persennya kesulitan memperoleh pekerjaan (pengangguran). Hal tersebut, menurut Asep, dipicu karena lahan pekerjaan di Garut sangat sempit.


Padahal, permasalahan ini sangat krusial untuk dicarikan solusinya. Pasalnya jika lapangan pekerjaan sempit akan berimbas pada indeks pembangunan manusia secara luas.

“Saya berasumsi, jika satu kepala keluarga saja yang mengangur. Dirinya punya anak dan istri tentunya, jangankan untuk memenuhi pendidikan dan kesehatan keluarga, memenuhi kebutuhan sehari-hari pun sulit,” kata Asep, Kamis (17/11/2016).

Sempitnya lahan pekerjaan ini, masih menurut Asep, dipicu sulitnya prosedur perizinan usaha di Garut. Sehingga banyak investor yang berpaling muka saat ingin berinvestasi di Garut.

“Kalau bisa, aturannya diperlonggar lah. Jangan sampai warga Garut sulit untuk bekerja,” ujarnya.

Ia menyebutkan, saat ini warga Garut lebih banyak memilih bekerja ke daerah lain. Bahkan ada juga yang menjadi TKI ke luar negeri. (Farhan SN)***

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI