Minim Fasilitas, Para Siswa SSB Ini Kerap Gelar Tikar di Lapang Sepak Bola untuk Tunaikan Shalat

Para siswa salah satu SSB menggelar shalat di pinggir Lapang Rancabango, Kecamatan Tarogong kaler, Kabupaten Garut, Ahad (09/09/2018)/ foto: Jay/ GE.***

GARUT,(GE).- Kondisi pemrihatinkan dialami para siswa Sekolah Sepak Bola (SSB) ini, mereka kerap kali menunaikan shalat wajib dengan menggelar tikar di pinggir lapangan. Hal tersebut terpaksa dilakukannya karena minimnya fasilitas di tempat mereka berlatyih, yakni Lapang Sepak Bola Rancabango di Kecamatan Tarogong Kidul. Seperti diketahui, lapangan tersebut selama ini dikelola oleh Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora).

Jangankan sarana ibadah, semisal mushola, bahkan toilet pun tak tersedia. Kondisi tersebut tentunya dikeluhkan para orang tua siswa SSB, maupun pengguna lapang lainnya.


” Ya, terpaksa anak-anak shalat di lapang saja, karena tidak ada mushola,” keluh Iwan Kurniawan, orang tua SSB Priangan, usai menemani anaknya berlatih di lapang tersebut, Ahad (09/09/2018).

Ia berharap Pemkab Garut, khususnya Dispora bisa membangun fasilitas sepeti mushola dan jamban yang memadai untuk mendukung prestasi anak.” Selain anak harus berprestasi, mereka juga harus bertaqwa, dan kita orang tua yang mengantar anak bisa lebih nyaman,” imbuhnya.

Meski minim fasilitas lapangan sepak bola, Kabupaten Garut dikenal dengan bibit pesepak bola mumpuni di Jawa Barat. Terbukti dengan banyaknya pesepak bola kelahiran “Kota Dodol” yang merumput di klub klub terkemuka.

Beberapa nama beken pesepak bola asal Garut di kancah persepakbolaan tanah air tak sedikit. Mereka neramaikan di beberpa liga resmi semisal Liga 1, Liga 2 dan Liga 3, bahkan ada beberapa nama yang pernah memperkuat Tim Nasional Indonesia. Sebut saja nama besar Jaenal Arif, Yandi Sofyan, atau legenda Persib, Adeng Hudaya, Uut Kuswendi dan banyak lagi yang lainnya. (Jay Wijaya)***

Editor: ER.

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI