Miliki Rasa dan Aroma yang Khas, Kopi Luak Garut Semakin Mendunia

JANGAN mengaku pernah ke Garut kalau belum pernah mencicipi kopi khas Garut. Kopi asal Kabupaten Garut kembali mengguncang dunia karena memiliki cita rasa yang khas dan tak membuat perih di lambung.

SEJUMLAH pengunjung saat mencicipi nikmatnya kopi luak khas Garut.***

Kopi Luak Garut menjadi salah satu produk yang paling di cari di Kota Dodol. Meski harganya relatif mahal, namun kenikmatan cita rasanya mampu menebus kocek yang Anda keluarkan.

Jika Anda berkunjung ke Garut dan ingin menikmati kopi khas Garut, kini sudah banyak kedai kopi yang menjajakan. Namun ada salah satu kedai kopi yang terjaga keasliannya terletak di Jalan Raya Garut-Tasik tepatnya di Kecamatan Cilawu, Kabupaten Garut, Jawa Barat.


Seorang pengusaha muda kopi luwak mengembangkan destinasi wisata baru edukasi kopi luwak di Kabupaten Garut, Jawa Barat, untuk memberikan pengetahuan tentang proses dan kenikmatan kopi luwak khas Garut.

SEORANG pengunjung saat melihat luak yang diternakkan untuk memproses kopi yang dibuat secara alami.***

“Kita telah membangun konsep wisata edukasi kopi dan luwak, terinpsirasi di Cikole Lembang (Kabupaten Bandung Barat), agar Garut memiliki destinasi wisata baru,” kata Andri Hermawan (35) pengusaha Kopi Luwak Garut dari Kecamatan Cilawu, Kabupaten Garut, Minggu.

Ia menuturkan, kopi luwak dari Garut menjadi produk unggulan daerah Garut yang sudah banyak dikenal dan dinikmati di berbagai daerah.

Potensi ekonomi dan wisata dari sektor kopi itu, kata dia, perlu terus dikembangkan dan dikenalkan kepada masyarakat tentang proses pembuatannya.

“Saya ingin masyarakat bisa berwisata ke sini, nanti kedepannya saya mau mendirikan taman luwak, dan beberapa puluh pohon kopi dengan beberapa jenis,” katanya.

Ia menyampaikan, sementara yang sedang tahap menuju edukasi wisata kopi luwak dengan membangun kedai kopi luwak di Jalan Raya Tasikmalaya-Garut kawasan Cilawu.

Kedai yang baru dibangun tiga bulan itu, kata dia, berdekatan dengan kandang luwak tempat proses pembuatan kopi luwak hingga disajikan langsung kepada penikmat kopi.

“Sejak dikembangkannya tempat ini, banyak yang lewat tidak sengaja, dan mereka senang bisa menikmati kopi luwak langsung di sini,” katanya.

Ia menambahkan, rencana konsep wisata edukasi itu tidak hanya sekadar menikmati kopi, tetapi pengunjung dapat berinteraksi langsung dengan luwak yang sudah jinak.

“Nanti akan ada luwak jinak yang diliarkan, jadi pengunjung bisa berinteraksi,” kata Andri.

Kopi luwak Garut yang diproduksi Andri siap dipasarkan setiap bulannya 1.500 dus atau sebanyak 80 sampai 100 kilogram ke berbagai daerah di Pulau Jawa, Palembang dan Bali.

Bahkan, kopi asli dari Garut itu diminati orang asing dari beberapa negara Asia dengan harga jual mulai dari Rp75 ribu per bungkus untuk lima cangkir.

Sementara masyarakat yang ingin menikmati kopi luwak langsung di kedai milik Andri cukup membayar Rp25 ribu per gelas dengan tambahan menu makanan khas Sunda seperti goreng singkong. (Farhan SN)***

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI