Meubeler di SMKN 14 Disita, Pengusaha Meubel : Pihak Sekolah Nunggak Rp 35 Juta

SAMARANG, (GE).- Dalam pemberitaan ‘GE’ sebelumnya, fasilitas Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) berupa meubeler di SMKN 14 Garut disita pengusaha meubel. Kamis (11/8/2016).

Belakangan diketahui, penyitaan meubeler di SMKN 14 Garut diduga akibat hampir setahun pihak sekolah tidak melunasi kepada pihak pengusaha meubel. Padahal ratusan unit meubeler yang dipesan ini telah digunakan untuk Kegiatan Belajar Mengajar.

“Saya kesal tentunya, hampir setahun pihak sekolah berjanji akan membayar sisa hutang yang Rp 35 juta rupiah dari total Rp 90 juta. Namun hingga kini, baik komite maupun kepala sekolah SMKN 14 Garut selalu mengelak tiap kali ditagih.” Ungkap Adang, yang merupakan pengusaha meubel. Jumat (12/8/2016)

Terkait kasus penyitaan meubeler ini, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Garut, Drs. H. Mahmud, M.M.Pd., angkat bicara. Menurutnya, kejadian ini sangat memalukan dan mencoreng dunia pendidikan Kabupten Garut. Ia berjanji akan menindak tegas pihak sekolah yang tidak bertanggung jawab.

Sangat memalulakn tentunya. Hal tersebut sebenarnya tidak boleh terjadi, atas kasus ini saya tidak akan segan memberikan sangsi tegas kepada pihak sekolah yang tidak mempertanggung jawabkan jabtannya,” tandasnya. (Hakim Abdul Ghani)***