Meski di Emperan, Pedagang Furniture Ini Mampu Meraup Untung Puluhan Juta Rupiah

Edi Susilo, pedagang furniture khas Jepara saat menjajakan dagangannya di kawasan Kompleks Lapangan Olahraga Kherkoff, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Rabu (20/07/2016). / Useu GR/ 'GE'

KOTA,(GE).- Kemasyhuran indahnya ukiran furniture dari Jepara tak diragukan. Pemasaran beragam jenis perkakas rumah tangga ala Jepara hampir bisa dipastikan telah merambah ke seantero negeri ini, termasuk Kabupaten Garut. Selain dijual di toko toko furniture terkemuka, produk bernuansa seni ukir ini juga tak sedikit dibuat dan dijual secara tradisional.

Jika kita berjalan-jalan ke area kompleks lapang olah raga Kherkof Garut, kita akan disuguhi pemandangan berbagai jenis produk dagangan. Mulai dari makanan, jajanan pasar, pakaian, bahkan hingga pedagang furnitue pun tampak mangkal di salah satu kawasan pusat kota Garut ini.

Adalah Edi Susilo, salah seorang pedagang furniture asal kota Jepara asli. Ia biasa mangkal di kawasan Kherkoff dengan menjajakan berbagai jenis furniture semisal kursi, meja, lemari dan produk ukiran khas Jepara lainnya.

Edi mengaku sudah tujuh tahun mangkal berdagang beragam jenis funiture khas Jepara di Garut. Walaupun bukan warga Garut, namun wajah Edi Susilo sudah tidak asing lagi bagi para pengunjung kawasan Kherkoff.

“Alhamdulillah, sudah tujuh tahun saya berdagang di sini (Garut/ red). Makanya bagi pengunjung Kherkoff sudah banyak yang tidak asing lagi pada saya,” ungkapnya. Belum lama ini.

Walau dijual di emperan, furniture yang dijajakan Edi bukan berarti tidak berkualitas. Selain ukiran Jeparanya yang khas, kualitasnyapun tak diragukan. Pasalnya, furniture yang dijual Edi hanya berbahan baku dari kayu yang berkelas, semisal kayu jati dan sonokeling.

Masalah harga, tentunya Edi menyesuaikan dengan bahan bakunya itu sendiri. Untuk satu unit furniture harganya cukup variatif, mulai dari Rp 300 ribu hingga Jutaan Rupiah per unitnya, tergantung jenis dan besar barangnya.

“Ya, ada saja rizki itu, jika kita mau berusaha. Makanya saya bisa bertahan berjualan di sini, ya karena memang ada pembelinya,” tandasnya.

Diakuinya, dalam satu minggu pasti saja ada yang membeli dagangannya tersebut. Bahkan Edi mengatakan, dalam satu bulan dirinya mampu meraup omzet lumayan dengan keuntungan hingga puluhan juta rupiah. (Useu G Ramdani)***