Meriahnya Penyambutan Tahun Baru Islam, 1 Muharam 1438. H di Desa Tegalgede

Oleh, Useu G Ramdhani.

MOMENTUM tahun baru Islam, tepatnya 1 Muharam 1438 Hijriyah, tampak begitu meriah di kawasan selatan Garut. Tepatnya di Desa Tegalgede, Kecamatan Pakenjeng, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Saat itu, tampak ratusan warga berduyun-duyun memenuhi lapangan sepak bola di Desa Tegalgede, Ahad (2/10/2016).

Ratusan warga yang memenuhi lapangan sepak bola ini mengahdiri prosesi “Muharaman” dengan membawakan beraneka ragam kreativitas seni bernuansa Islam. Kemeriahan penyambutan tahun baru Hijriyah di Desa yang berjarak sekitar 7 Km dari kantor Kecamatan Pakenjeng tersebut merupakan kegiatan rutin tahunan. Masyarakat yang memenuhi lapangan itu, terbagi menjadi beberapa kelompok yang mewakili setiap DKM yang ada di Desa Tegalgede.


Sebelum acara dibuka secara resmi, para kafilah yang mewkili DKM masing-masing, melakukan defile mengelilingi 2 wilayah RW dengan waktu tempuh selama 30 menit. Di beberapa titik yang dilewati oleh para kafilah, ada tim juri yang memberikan penilaian untuk menentukan kafilah DKM mana yang paling menarik dalam menampilkan kreativitasnya masing-masing .

Kepala Desa Tegalgede, Kartika Ernawati, menuturkan,kegiatan memperingati 1 Muharam, merupakan salah satu agenda tahunan, yang biasa di gelar secara meriah. Tetapi untuk tahun ini, ada yang sedikit berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.

“Ya, tahun ini ada sedikit perbedaan. Tidak hanya dari DKM , semua unsur masyarakat dan lembagapun ikut memeriahkan tahun baru Hijriyah ini,” tutur Kartika.

Sementara itu, Ayi (32) yang merupakan salah seorang Ustadz yang juga sesepuh Pesantren Al-Hidayah Babakan di Desa Tegalgede. Ayi mengatakan, setiap ada momen hari besar Islam di wilayah Desa Tegalgede selalu digelar prosesi penyambutan yang meriah, seperti halnya 1 Muharram 1438 ini.

“ Kita tentunya berharap, tradisi Islami yang ada bisa terus terjaga. Sehingga ajaran-ajaran Islam bisa melekat erat di setiap hati dan jiwa masyarakat, khususnya masyarakat Desa Tegalgede.” Tandasnya.

Selain menampilkan berbagai kreasi seni Islami, dalam penyambutan tahun baru 1438 Hijriyah ini, juga diadakan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) dan pementasan seni bela diri radisi, Pencak Silat.

Sebelum menggelar MTQ, warga dan sejumlah kafilah peserta terlebih dahulu mendapatkan “siraman rohani” melalu tausiyah salah seorang tokoh masyarakat. Kebetulan saat itu panitia acara sengaja mengundang AKP. Dedi Rustandi, Kapolsek Singajaya yang terkenal pandai dalam berceramah.

Prosesi penyambutan tahun baru Islam, 1 Muharam 1438 Hijriyah berakhir hingga malam hari. Di penghujung acara, panitia membagiakan hadiah untuk beberapa peserta yang ikut serta dalam berbagai lomba. (*)

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI