Meriahnya HUT RI di Ciateul Garut, Hadiah Senilai Ratusan Juta Rupiah Diperebutkan di 73 Tiang

Ratusan peserta lomba panjat pinga dalam rangka HUT RI ke 73 tampak berusaha memanjat tiang di kawasan SOR Ciateul, Desa Jayaraga, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Sabtu (18/08/2018)/ foto: Kang Cep/GE.***

GARUT,(GE).- Kemeriahan menyambut peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke 73 tahun tampak di kawasan Sarana Olahraga (SOR) Ciateul, Desa Jayaraga, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Sabtu (18/08/2018).

Dalam rangkaian acara yang disebut-sebut sebagai ‘Pesta Rakyat’ tersebut, pihak panitia, yakni Pemkab Garut menggelar lomba panjat pinang yang berjumlah 73 tiang. Meski puluhan tiang rebutan tersebut berbahan bambu, tetap saja nama lomba tradisional tersebut bernama panjat pohon pinang.

Sekelompok perempuan muda, tampak menjadi peserta lomba panjat pinang yang digelar pemkab Garut di kawasan SOR Ciateul Garut, Sabtu (18/09/2018)/ foto: Kang Cep/GE.***

Sebelum lomba dimulai ratusan peserta yang telah bertelanjang dada diajak Bupati Garut, Rudy Gunawan untuk berjoget ria dengan dengan tembang dangdut yang diringi organ tunggal. Susana meriah dibawah terik mata hari saat itu pecah. Bupati bersama istri dan sejumlah pejabat Pemkab Garut yang berada di atas panggung hiburan pun larut dalam alunan musik dangdut.


Dalam sambutannya Bupati Garut menyebut, pihaknya menyediakan hadian senilai Rp 250 Juta. Hadiah sebanyak itu semuanya digantungkan di atas tiang bambu yang telah dilumuri oli berwarna pekat.

“Ini adalah perlombaan kita, panjat pinang adalah lomba tradisi kita, ini adalah pesta rakyat. Mari semuanya berhgembira, kami telah menyediakan hadiah total Rp 250 Juta,” seru Rudy Gunawan, dari atas panggung.

Selain diikuti ratusan pemuda, dalam lomba panjat piang itu juga diikuti sejumlah peserta dari kalangan perempuan. Mereka tampak berusaha dengan susah payah menaiki tiang. Meski harus blepotan dengan kotornya oli mereka tampak menikmati gelaran loma ini. Suara jeritan, terikan dan ketawa-ketiwi pun berbaur menambah keseruan lomba.

“Ah, pokonya rame, yang penting ikut memeriahkan HUT RI. Gak apa-apa kotor juga kan ada hadiahnya,” ujar salah seorang peserta perempuan, seraya cekikikan bersama kelompoknya.

Dalam lomba panjat pinang tersebut, panita menyediakan hadiah beberapa unit speda mnotor, speda gunung, sejumlah barang elektronik dan hadiah lainnya. Sementara itu, dalam lomba tersebut panitia menggunakan persayarat peserta dan aturan sedemikian rupa.

Semua peserta pria diwajibkan bertelanjang dada, sementara untuk satu tiang harus diselesaikan oleh satu kelompok yang berjumlah 7 orang. Kecepatan satu kelompok dalam meraih hadiah diatas tiang menjadi patokan juri untuk menentukan peraih hadiah utama. (Kang Cep)***

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI