Menyongsong Ramadhan dan Idul Fitri, Omzet Jaket Kulit Meningkat hingga 300 Persen

Seorang pegawai tampak sedang melayani konsumen yang memesan jaket kulit di outlet Twin M, Jalan Bratayudha,Garut kota./ Foto: Useu G Ramdhani/GE.

TIBANYA Bulan suci Ramadhan 1438.H- 2017 tinggal menghitung hari. Sudah menjadi tradisi rutin di setiap tahunnya, menjelang tibanya bulan Ramadhan dan Idul fitri atau lebaran, sektor perekonomian bisa dipastikan meningkat.

Meningkatnya sektor perekonomian ini di kawasan Jawa Barat (Sunda) biasa disebut “Marema” yang artinya saat sektor perdagangan “bergairah.”  Selain neningkatnya konsumerisme masyarakat akan sembako, peningkatan juga dirasakan untuk sektor perdagangan pakaian (fashion).

Seperti diketahui, di Kabupaten Garut selian dikenal dengan penganan khas dodol yang telah menjadi ikon sejak lama. Garut juga memiliki sentra industri kulit yang tak kalah masyhur nya, yakni industri kulit Sukaregang. Selain di kawasan Sukareang Garut kota, produk berbahan baku kulit ini juga telah menyebar di bebeberap wilayah Garut.


Beberapa hari menjelang tibanya bulan suci Ramadhan 1438H-2017, omzet jaket kulit di sejumlah outlet terpantau mengalami kenaikan hingga beberapa kali lipat. Order yang datangpun bukan hanya dari konsumen lokal, dari luar kota bahkan luar pulau Jawa pun meningkat signifikan.

Soleh Sungkar salah seorang penjual sekaligus pengrajin jaket kulit yang membuka outlet nya di kawasan Jalan Bratayudha, Garut kota  mengakui, setiap menjelang puasa dan lebaran, pesanan jaket kulit selalu meningkat hingga seratus persen. Untuk menanggulangi pesanan yang banyak, para pegawai yang bekerja padanya harus bekerja ekstra. Terlebih, menurutnya tahun ini  pesanan jaket kulit meningkat hingga 300 persen.

“Ya, beberapa hari menjelang puasa ini, saya sudah mendapat pesanan dari salah satu perusahaan BUMN sebanyak 300 potong jaket kulit. Selain jaket jukit, tas, sepatu, sabuk dan topi berbahan kulitpuan ada kenaikan jumlah pesanan,” ungkapnya, (16/5/17).

Dijelaskannya, terkait harga jual produknya, di toko Twin M milik Soleh, untuk satu potong jaket kulit kualitas A dibandrol Rp 1.200.000. Harga tersebut merupakan harga tertinggi dengan bahan jaket kualitas kulit domba super. Sedangkan jaket yang berbahan kulit kambing dan kulit sapi, harganya beberapa digit lebih murah dibawah harga jaket dari berbahan kulit domba super.

Menurut Soleh, harga yang ditawarkan di tokonya  relatif lebih murah. Selama ini, untuk kebutuhan bahan jaket kulit, toko Twin M mengolah atau menyamak kuli sendiri, sehingga dapat mengirit ongkos produksi dan dampaknya bisa menjual produknya lebih murah dengan kualitas barang terbaik.

“Jika para pembeli ingin memakai jaket kulit dengan model tertentu, saya sarankan datang saja langsung ke toko Twin M,” katanya.

Di toko Twin M kita bisa memesan model jaket sesuai keingian. Disamping itu, saat proses pembuatannya  kita bisa menunggu di tempat.

“Ya, bisa ditunggu, paling lama 5 jam jaket selesai dibuat dan langsung bisa di pakai,” pungkasdnya. (Useu G Ramdani)***

Editor: Kang Cep.

 

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI