Menyongsong Kabupaten Layak Anak 2018, Garut Masuk Tahap Verifikasi Akhir

GARUT, (GE).- Terkait Penilaian Kabupaten Layak Anak 2018, Penjabat sementara (Pjs) Bupati Garut, Koesmayadie Tatang Padmadinata, menyatakan optimismenya. Koesmayadie bertekad akan mewujudkan Kabupaten Garut Kabupaten Layak Anak.

Tekad Pjs. Bupati tersebut telah diawali dengan komitmen Bupati Garut pada saat peringatan Hari Anak Nasional tanggal 23 Juli 2016 lalu. Saat itu bahkan telah melakukan deklarasi “Garut Tolak Kekerasan Terhadap Anak.”

Pascadeklarasi, ditindak lanjuti dengan terbitnya Perda No. 13 Tahun 2016 tentang Perlindungan Perempuan dan Anak Dari Kekerasan.


“Pada tahun itu pula dibangun secara bertahap sarana dan prasarana Gedung Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A), Rumah Gizi dan Rumah Singgah,” ujar Koesmayadie, saat menerima Tim Verifikasi Lapangan, di Aula Bappeda Garut, Kamis (24/5/2018).

Dikatakannya, siklus evaluasi dan pelaporan kabupaten/kota Layak Anak yang telah ditetapkan Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PP-PPA)pihaknya telah melaksanakan sesuai tahapan.

” Mulai dari pelatihan data KLS sebagai penilaian mandiri hingga tahap III, yaitu verifikasi lapangan. Kami berharap, Kabupaten Garut memperoleh nilai terbaik sebagai Kabupaten Layak Anak sebagaimana harapan masyarakat,” katanya.

Sementara itu, sehari sebelumnya tim yang dipimpin Marzuki melakukan Verifikasi Lapangan (VL) ke Kabupaten Garut dalam rangka evaluasi kota layak anak tahun 2018. Ketua Tim evaluasi, Marzuki, didampingi Asisten Adminmitsarsi Pemerintahan dan Kesra Setda Kabupaten Garut, Drs. Didit Fajar Putradi, M.Si dan Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencanaa, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPKBPPPA) Kabupaten garut, Drs. Toni, M.Si.

Rombongan Tim Eavaluasi mengunjungi beberapa titik evaluasi “Kota Layak Anak 2018m,” diantaranya Puskesmas Tarogong, Kantor P2TP2A, Rumah Gizi Anak, Sekolah Dasar Negeri Sukagalih 5 Tarogong Kidul, Kecamatan Karangpawitan dan ke Puskesmas Cibatu.

Marzuki memaastikan, bersama timnya akan melakukan evaluasi seteliti mungkin, sebab ini merupakan tahap akhir dalam menentukan maju mundurnya Kabupaten Garut sebagai terbaik dalam pengeloalan kota layak anak 2018. Bersama tim, pihaknya memantau Garut selama dua hari (23-24/5/2018).

Marzuki menyatakan, setidaknya terdapat 24 indikator penilaian terhadap hak anak yang dibagi 4 kriteria, meliputi penilaian mandiri, verifikasi administrasi, verifikasi lapangan, dan verifikasi final. Kabupaten Garut sendiri bersama dua kabupaten lainnya (kabupaten Sukabumi dan Sumedang) dinyatakan sudah lulus secara adminitrasi, dan sebagai tahap akhir dilanjutkan dengan penilaian melalui verifikasi lapangan selama dua hari.

” Kabupaten Garut ada dalam tahap 4 (verifikasi akhir), dan apabila lolos akan menerima penganugrahan sebagai Kabupaten/Kota Layak Anak 2018,” ujar Marzuki.

Asisten Adminmitsarsi Pemerintahan dan Kesra Setda Kabupaten Garut, Drs. Didit Fajar Putradi, M.Si, menyambut baik kedatangan tim dari Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA). Menurutnya dengan adanya verifikasi ini akan menentukan layak tidaknya Kabupaten Garut menerima anugerah sebagai Kabupaten Layak Anak 2018.

Diharapkannya ada sinergitas dalam menciptakan Kabupaten Garut sebagai kabupaten yang pantas mendapat anugerah tersebut. Setiap dinas terkait selalu memberikan ruang terhadap anak yang ramah lingkungan. Terlebih dinas yang berhubungan pelayan ataupun tempat yang berhubungan dengan pelayan masyarakat selayaknya selalu menyediakan tempat bermain bagi anak dan penitipan anak dengan prinsip pelayanan yang ramah dan sopan.

“Bila ada kesinambungan, Kabupaten Garut akan terlepas dari kekerasan dan perlakuan tidak pantas tidak akan terjadi,” tandasnya. (Tim GE)***

Editor: kang Cep.

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI