Menyambut RKB, Orang Tua Siswa SMPN 3 Cigedug Beramai-ramai Meratakan Lahan Sekolah

PARA orang tua siswa SMPN 3 Cigedug, Kabupaten Garut, Jawa Barat, beramai-ramai membantu meratakan lahan untuk pembanguna ruang kelas baru. Karena dilakukan secara manual, mereka membutuhkan waktu 10 hari untuk meratakan lahan seluas 636 m2 dengan ketinggian 1,5 meter itu. (Foto : Istimewa)***

GARUT, (GE).- Rencana pembangunan ruang kelas baru (RKB) di SMPN 3 Cigedug, Kabupaten Garut, Jawa Barat, membuat jajaran komite sekolah dan para orang tua siswa semakin bergairah. Terbukti, ketika pihak sekolah menyampaikan keinginan untuk membenahi lahan di lingkungan sekolah, mereka beramai-ramai bergotong-royong membantu hingga tuntas. Lahan seluas 363 m2 dengan ketinggian 1,5 meter itu pun, kini berubah menjadi lahan yang rata.

“Alhamdulillah, jajaran komite sekolah bersama orang tua siswa begitu antusias membantu kami, sehingga kami tidak perlu mengeluarkan anggaran besar untuk meratakan tanahnya,” kata Kepala SMPN 3 Cigedug, Abang Rahman, S.Pd, M.Pd, didampingi Wakasek Ajang Saripudin, S.Pd, M.M.Pd, Sabtu (1/3/17).

Karena dikerjakan secara manual, terag Abang, perataan lahan membutuhkan waktu hingga 10 hari, dari tanggal 21 sampai 31 Maret 2017. Selama itu, secara bergiliran para siswa dan orang tua siswa dari kelas VII sampai kelas IX mencangkul untuk meratakan tanah.


Lahan tersebut, lanjut Abang, dipersiapkan untuk membangun ruang kelas baru. SMPN 3 Cigedug memang masih membutuhkan sejumlah fasilitas ruangan kelas baru. Sebab, jumlah ruang kelas yang ada tidak sanggup lagi menampung kegiatan belajar siswa yang setiap tahun jumlahnya terus bertambah.

“Selain ruang kelas, kami juga sebenarnya masih membutuhkan fasilitas penunjang lainnya. Seperti ruang guru, laboratoium, perpustakaan,  ruang BP, ruang kesenian, dan lainnya,” papar Abang.

Akibat jumlah ruangan terbatas, selama ini para guru berdesak-desakan menempati sebuah ruangan kecil yang tidak memadai baik dari sisi luas maupun fasilitas penunjangnya. Ruangan guru piket pun terpaksa menggunakan ruang tamu. Begitu juga ruangan tata usah, harus berbagi lahan dengan ruangan kepala sekolah.

“Mudah-mudahan rencana penambahan RKB tahun ini berjalan lancar. Dengan begitu, diharapkan seluruh komponen sekolah akan termotivasi untuk semakin berprestasi,” harapnya. (Sony MS/GE)***

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI