Menunggu Kajian Staf Kepresidenan, Pedagang Pasar Limbangan Kembali Berjualan di Lokasi Kebakaran

LIMBANGAN, (GE).- Para korban kebakaran pedagang Pasar Limbangan membangun kembali kiosnya di Lapang Pasopati, Desa Limbangan Tengah, Kecamatan Balubur Limbangan. Para pedagang mengaku sudah mendapat izin untuk menggunakan Lapang Pasopati sebagai tempat berjualan.

Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Limbangan (P3L), Basar Suryana, menuturkan izin penggunaan lahan tersebut sudah didapatkan dari pihak desa. Sepekan lalu pihaknya telah bermusyawarah dengan desa dan para tokoh.

“Kami sudah mengantongi izin dari desa. Jadi sekarang mulai membangun kios-kiosnya,” ujar Basar, Rabu (2/6/2016).

Basar menambahkan, pihaknya secara swadaya mulai membangun kios di Pasar Pasopati. Bangunan pasar menggunakan pondasi dari baja ringan. Diakui Basar, para pedagang tak menghiraukan anjuran Pemkab Garut yang meminta pedagang ke pasar baru.

“Walaupun di lokasi TPS Pasopati masih dipasang garis polisi, pedagang tetap berjualan di pinggirnya. Sekarang kami mulai membangun kiosnya setelah tidak ada garis polisi,” ucapnya.

Entin (41), salah seorang pedagang, mengatakan dirinya kembali berjualan di lokasi Pasar Pasopati bersama para pedagang lainnya. Hal itu sebagai bentuk komitmen yang telah disuarakan P3L.

“Kami sepakat tetap menolak untuk direlokasi ke bangunan baru. Sampai keluar hasil kajian yang akan dilakukan pansus Staf Kepresidenan,” kata Entin.

Kendati berjualan dengan bangunan seadanya yang terbuat dari bambu, Entin bersama pedagang lainnya, tetap akan berjualan. Hal ini dilakukan untuk mencari penghasilan bagi keluarga.

Kepala Desa Limbangan Tengah, Tata membenarkan bahwa telah bersepakat dengan pedagang dan tokoh masyarakat untuk kembali menggunakan Lapang Pasopati. “Pada intinya hati nurani kami yang berbicara. Melihat para pedagang yang tak bisa berjualan,” ujarnya.

Tata menambahkan, pihaknya tetap memberikan persyaratan agar para pedagang mematuhi kesepakatan yang sudah dimusyawarahakan. Jika tidak ditaati, pihaknya akan meninjau kembali kesepakatan yang telah dibuat.

Humas Polres Garut, AKP Ridwan Tampubolon, menuturkan hasil Puslabfor Mabes Polri terkait penyebab kebakaran pasar belum didapatkan pihaknya. Hingga kini pihaknya masih menunggu hasil analisa Puslabfor.

“Belum keluar hasilnya. Kemungkinan beberapa pekan lagi baru ada hasil uji labnya,” ujar Ridwan.

Ridwan menjelaskan, saat ini garis polisi di lokasi kebakaran sudah dilepas. Para pedagang yang ingin kembali beraktivitas bisa kembali berjualan. Farhan SN***