Menuai Berkah Ramadhan dari Bisnis Pangkas Rambut

Ustadz Asep Abu Fikri saat melayani salah seorang pelanggan di kedainya 'Pangkas Rambut Al-Khilafah' Jalan Pasundan, Garut kota. Selasa (14/06/2016)./ER-'GE.'

SETIAP memasuki bulan suci Ramadhan, bagi pelaku usaha atau bisnis merupakan berkah tersendiri. Bagaimana tidak, menjelang dan disaat bulan Ramdhan hampir semua sektor usaha bisa dipastikan mendapatkan keuntungan yang berlipat.

Belum lagi saat tibanya hari raya dan pasca hari raya itu sendiri, para pelaku bisnis juga kerap diuntungakan dengan musim “marema.” Musim “marema” adalah satu saat dimana konsumerisme masyarakat meningkat signifikan, sehingga berdampak pada prduktifitas transaksi berbagai sektor bisnis.

Tak hanya pada sektor usaha jual-beli produk, sektor bisnis layanan jasa pun bisa dipastikan ‘terciprati’ keberkahan bulan suci Ramadhan ini. Salah satu usaha layanan jasa yang turut mendapatkan keberkahan Ramadhan ini adalah usaha barber shop atau pangkas rambut alias tukang cukur.

Seperti diketahui, bahkan bisa dibilang sudah termasyhur ke seantero Nusantara, bahwa di salah satu wilayah Kabupaten Garut merupakan ikon bisnis jasa cukur-mencukur ini. Ya, Banyuresmi. Adalah salah satu kecamatan di utara kota Garut , dalam beberapa dekade seolah telah memilki trade mark sendiri dalam bisnis pangkas rambut.

Kemasyhuran usaha jasa pangkas rambut asal Banyuresmi, Kabupaten Garut, Jawa Barat ini bukan hanya isapan jempol belaka. Buktinya, berbagai media pernah mem-publish kisah sukses para pebisnis jasa pangkas rambut asal Banyuresmi ini.

Bahkan salah satu media cetak harian nasional pernah melansir satu berita yang menyebutkan bahwa warga asal Banyuresmi-lah yang dipercaya menjadi tukang cukur pribadi presiden RI, kala itu Presiden SBY.

Seperti halnya mayoritas pelaku bisnis cukur asal Garut lainnya, Asep Abu Fikri (41) juga merupakan salah seorang warga Banyuresmi. Ayah empat orang anak yang telah puluhan tahun menekuni usaha jasa pangkas rambut. Bagi Asep, usaha adalah ibadah yang harus dijalani dengan keseriusan dan keikhlasan.

“Alhamdulillah, dari usaha mencukur ini saya bisa menyekolahkan anak dan memenuhi keperluan sehari-hari keluarga. Bagi saya usaha adalah ibadah dan yang terpenting sebagai ladang berdakwah,” tutur Asep, saat dijumpai di kedai ‘Pangkas Rambut Al-Khilafah’ di bilangan Jalan Pasundan, Garut kota. Selasa (14/06/2016).

Usatdz Asep, demikian sapaan akrab tukang cukur yang murah senyum ini biasa disapa pelanggannya. Sebagian pelanggan lainnya menyebut, Asep ini seorang tukan cukur idiologis. Kenapa dibilang idiologis? Kata beberapa pelanggannya, selain hasil cukur yang rapi, Asep juga kerap menyampaikan dakwah ‘Islam Ideologis’ disela-sela aktivitasnya melayani pelanggan.

“Ya, bercukur di Pangkas Rambut Al Khilafah ini kita akan mendapatkan pelayanan ‘plus-plus.’ Selain hasil cukurnya rapi, dan pijat refleksinya yang bikin rileks. Ada lagi pelayanan lainnya yang membuat kita mendapatkan pencerahan, yakni dakwah ideologisnya yang disampaikan disela-sela bercukur,” tutur salah seorang pelanggan, saat ngantri untuk mendapakan pelayanan cukur khas Ustadz Asep.

Seperti halnya pelaku usaha lainnya, Asep juga merasakan keberkahan Ramadhan dari usaha pangkas rambutnya. Dikatakannya, usaha pangkas rambutnya akan kebanjiran orderan jasa setelah memasuki H-10 Lebaran. Untuk mengantisipasi membludaknya pelanggan, Asep biasa mendatangkan personil tukang cukur tambahan.

Disinggung terkait tarif cukur menjelang lebaran, ia mengakui sama sekali tidak pernah menaikan tarif walau memasuki musim ‘marema.’ Asep mengaku sudah untung dari jumlah order jasa yang meningkat hingga 100%.

“Alhamdulillah, setiap menjelang lebaran saya sudah mendapatkan keuntungan dari jumlah orderan yang naik signifikan. Jadi tak pernah saya naikan tarif cukur,” tukasnya.

Diakuinya, jika sudah memasuki H-10 Lebaran, Asep Abu Fikri bisa melayani pelanggannya hingga 50 kepala. Saat ini, Asep membandrol jasa cukurnya Rp 10 ribu/ kepala. Dengan hanya merogoh kocek Rp 10 ribu ini, pelanggan sudah bisa menikmati jasa pelayanan pahe (paket hemat) ala Pangkas Rambut Al-Khilafah.

“Biasanya sepuluh hari menjelang lebaran sudah muali banyak yang bercukur ke sini. Dalam sehari kita bisa melayani pelanggan 40 sampai 50 orang. Alhamdulillah, mungkin ini yang disebut berkah Ramadhan,” tutur Ustadz Asep seraya menebar senyum ramahnya. (ER)***