Mentri PU Ngamuk di Tempat Pengungsian Korban Banjir Bandang di Garut

CILAWU,(GE),- Menteri Pekerjaan Umum, Basuki Hadimulyono sempat berang melihat kondisi rumah susun warga (Rusunawa) yang berada di komplek Workshop Dinas PU Binamarga Kabupaten Garut tak berair. Selain tak ada air karena ground tank nya bocor, banyak pula ruangannya yang tak berpintu, baik karena rusak, atau hilang. Dinding bagian luar dan dalam tampak kotor, penuh dengan coretan, sehingga nampak tak terawat.

” Ini airnya ada, tidak?” tanya Menteri yang didampingi stafnya, kepada pejabat Dinas Tata Ruang dan Permukiman (Distarkim) Garut, yang menjadi leading sektor pembangunan Rusunawa tersebut, Kamis (22/08).

Mendapat pertanyaan menteri seperti itu, Kepala Distarkim, Deni Suherlan yang didampingi stafnya, Satria Budi, mencoba memberikan penjelasan kondisi ground tank yang bocor, sehingga kamar-kamar yang kini dihuni 30 kepala keluarga (KK) korban bencana banjir bandang Sungai Cimanuk, belum bisa teraliri air bersih.


Namun Menteri sepertinya tak mau tahu dengan penjelasan dari Deni Suherlan dan meminta supaya pasokan air segera dilakukan untuk memenuhi kebutuhan para pengungsi,” Pokoknya saya minta ground tanknya segera diperbaiki dan air harus ada segera,” tegasnya.

Selanjutnya Basuki membenarkan kalau Rusun berlantai lima dengan 98 kamar/ ruangan itu baru difungsikan untuk menampung para korban bencana banjir bandang Sungai Cimanuk. Padahal bangunan yang diperuntukan warga berpenghasilan rendah itu sudah selesai pembangunannya bertahun-tahun.

” Ya ini baru difungsikan sekarang. Memang bangunan di PU yang dibangun oleh perumahan rakyat dulu dan ada beberapa tower di seluruh Indonesia yang belum difungsikan, salah satunya ini. Rusunawa ini sudah diaudit, kita sudah rehab, namun belum selesai dan saya perintahkan untuk segera diselaikan agar segera bisa dimanfaatkan,” tuturnya.

Ditambahkannya, untuk mempasilitasi kebutuhan tempat tinggal 160 KK koorban amukan Sungai Cimanuk di Garut ini, Kementerian PU akan segera membangun satu unit lagi Rusunawa.Diamping itu akan pula memperbaiki tanggul-tanggul yang runtuh akibat banjir pada Rabu dinihari, (21/09) itu.

” Katanya kan ada 160 KK yang kehilangan tempat tinggal, di sini cuma ada 98. Kita akan bangun satu unit lagi dan kita juga akan memperbaiki tanggul yang runtuh di beberapa titik,’ katanya. (Dief).***

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI