Mensos Resmi Serahkan Bantuan Rp 3,66 Miliar untuk Korban Banjir Cimanuk

Menteri Sosial (Mensos) Republik Indonesia, Khofifah Indar Parawansa,saat menyerahkan bantuan kepada korban banjir Cimanuk, di Rumah Perlindungan Sosial Tresna Wedha. Jalan Pembangunan, Kecamatan Tarogong Kidul, Garut, Sabtu (4/3/2017).

GARUT, (GE).- Seluruh korban banjir bandang Sungai Cimanuk di Kabupaten Garut, September tahun lalu diharapkan kembali bangkit.

Demikian diungkapkan Menteri Sosial (Mensos), Khofifah Indar Parawansa, di hadapan para korban banjir bandang di Rumah Perlindungan Sosial Tresna Wedha, Jalan Pembangunan, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Jawa barat, Sabtu (4/3/2017).

“Kami mengerti dan bisa merasakan kesedihan yang anda rasakan. Namun kita harus segera bangkit agar tidak terus larut dalam kesedihan dan bisa menyongsong kehidupan yang lebih baik lagi,” kata Khofifah.


Menurutnya, musibah banjir merupakan ujian dari Allah SWT. Ini semata-mata agar kehidupan manusia bisa menjadi lebih baik dan kuat apabila mampu melewati cobaan tersebut.

Diungkapkannya, seluruh harta benda termasuk kehidupan manusia, merupakan milik Sang Pencipta yang sewaktu-waktu akan diambil-Nya. Oleh karena itu, janganlah kita terus larut dalam kesedihan jika dicoba Tuhan dengan diberikan musibah.

“Suami saya juga meninggal dan saya sangat sedih. Namun akhirnya saya sadar bahwa itu merupakan milik Allah,” tukasnya.

Khofifah juga meminta agar para korban bencana alam bisa bersabar untuk menunggu upaya pemerintah melakukan penanggulangan seperti membangun tempat tinggal yang layak dan aman. Dia meyakinkan kalau pemerintah tentunya tidak akan tinggal diam dan membiarkan rakyatnya ada dalam penderitaan.

Dalam kesempatan tersebut, atas nama Kemeterian Sosial RI, Khofifah menyerahkan bantuan senilai Rp 3,66 miliar. Bantuan tersebut untuk jaminan hidup (jadup) para korban banjir bandang di wilayah perkotaan Garut dan pergerakan tanah di wilayah Cisompet.

“Bantuan ini diperuntukan bagi santunan untuk korban meninggal dunia, dana stimulan pembangunan rumah sementara, serta bantuan kebutuhan pokok. Para korban bencana banjir juga akan mendapatkan bantuan hunian tetap yang dipersiapkan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PU-PR). Kami juga merencanakan akan memberi bantuan berupa isi perabotan rumah senilai Rp 3 juta per kepala keluarga.” Jelasnya.

Jumlah korban banjir bandang dan pergerakan tanah di Kabupaten Garut yang mendapatkan bantuan berupa program jaminan hidup dari Kemsos RI sebagai upaya pemulihan pascabencana seluruhnya mencapai 1.724 jiwa. Mereka mendapatkan bantuan jaminan hidup dari pemerintah sebesar Rp 10 ribu per hari selama 90 hari atau senilai Rp 900 ribu dengan total seluruhnya Rp 1,551 miliar.

“Program jaminan hidup itu berdasarkan Peraturan Menteri Sosial Nomor 04 Tahun 2015 yang diberikan kepada keluarga yang rumahnya rusak berat. Jadup diberikan satu kali dan pencairannya dilakukan setelah masa tanggap darurat. (Tim GE)***

Editor: Kang Cep.

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI