Mensos Berikan Santunan Rp 15 Juta Per Jiwa untuk Korban Meninggal Akibat Amuk Cimanuk

KOTA, (GE). – Pascamusibah banjir bandang di Kabupaten Garut, Selasa, (20/9/16), sejumlah pejabat dari pemerintah serentak turun ke lokasi bencana. Diantara para pejabat tersebut, datang pula ke Garut, Menteri Sosial (Mensos) Republik Indonesia, Khofifah Indar Parawansa, Kamis, (23/9/16),. meninjau kondisi korban bencana ke beberapa lokasi.

Mensos bersama rombongan kementeriannya mengunjungi korban banjir yang ditampung di tempat pengungsian Markas Korem 062 Tarumanagara Garut. Selanjutnya Mensos meninjau kondisi korban banjir di sejumlah pemukiman penduduk yang dilanda banjir bandang.

Saat meninjau kondisi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dokter Slamet Garut yang sama terkena dampak banjir bandang. Menteri sempat menanyakan langsung pelayanan kesehatan di rumah sakit pasca banjir bandang tersebut.


Akibat diterjang banjir, hingga berita ini dilansir kondisi dalam ruangan rumah sakit terlihat kotor dan masih banyak lumpur serta berkas-berkas yang menumpuk karena terendam banjir. Tampak para petugas rumah sakit dibantu oleh para relawan dari berbagai pihak sedang melakukan pembersihan ruang dan lingkungan sekitar rumah sakit.
Menteri berharap pelayanan rumah sakit secepatnya dapat kembali normal untuk melayani masyarakat yang sakit.
Selanjutnya menteri mengunjungi daerah lain yang terkena dampak banjir bandang di Kampung Cimacan, Kecamatan Tarogong Kidul.

“Kita akan lihat kondisinya, lalu mengomunikasikan, merumuskan untuk penanganan bencana dalam fase tanggap darurat,” kata Mensos, yang juga politisi PKB ini.

Selain meninjau sejumlah lokasi bencana, Mensos juga menyalurkan bantuan logistik dan kebutuhan lainnya bagi pengungsi dan korban banjir bandang di Garut. Bagi korban meninggal, mensos memberikan santunan sebesar Rp. 15 juta per jiwa kepada ahli warisnya, melalui Pemkab Garut.

Hingga berita ini ditulis, jumlah korban meninggal akibat banjir bandang di Garut telah mencapai 26 orang, sedangkan yang masih dinyatakan hilang ssbanyak 18 orang. Jumlah korban, baik meninggal maupun yang hilang masih ada kemungkinan mengalami peningkatan. (Slamet Timur).***

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI