Setelah Meninggalkan Rumah 5 Hari, Ratna Ditemukan Tewas di Sungai dengan Kondisi Mengenaskan

PANGATIKAN, (GE).- Warga Kampung Cicapar digegerkan dengan temuan sesosok jasad perempuan dalam kondisi yang mengenaskan, Sabtu (20/8/2016). Pertama kali warga menemukan mayat ini sekira pukul 12.00 WIB di Sungai Cimaringin, Kampung Cicapar, RT/RW: 04/ 05, Desa Sukahurip, Kecamatan Pangatikan, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Birin (54) warga setempat mengaku menemukan sesosok mayat ini saat ia akan melihat-lihat sungai. Ketika pertamakali ditemukan, jasad perempuan renta ini masih mengenakan kerudung hitam dipadu kebaya warna fink serta berkain batik.

“Sekitar pukul 12 siang, saya menemukannya di sungai. Masih mengenakan paian, usianya sekitar 70 tahunan, namun saat ditemukan sudah membusuk dan bagian mukanya sudah rusak, dan saya langsung melapor ke orang orang kampung,” tuturnya.

Sementara itu, Jajang (50 ) yang juga warga Kampung Cicapar mengakui beberapa hari sebelum penemuan mayat ini, Kamis (11/8/2016) sekitar jam 17.45 WIB , di Kampung Sokol tak jauh dari TKP melihat seorang nenek degan identitas tersebut berjalan ke arah kebun.

“Waktu itu sempat saya tanya, nama siapa mau ke mana dan dari mana. Kemudian menjawab, Ratna dari Kampung Koropeak mau ketemu cucu di sini. Tadinya mau diantar, namun ia menolak, ” ungkapnya.

Pihak Kepolisian dari Sektor Wanaraja sendiri pada hari Senin (15/8/ 2016) telah kedatagan pelapor bernama Mamat, warga Kampung Tegalsari Koropeak, RT/RW: 02/08, Desa Tegalpanjang, Kecamatan Sucinaraja, Kabupaten Garut. Kedatangan Mamat ke kantor Polsek ini tak lain untuk melaporkan kehilangan anggota keluarganya bernama Ratna berusia 76 tahun. Ratna dilaporkan telah meninggalkan rumah sejak hari Senin (08/08/2016).

Dengan penemuan jasad perempuan tua di sungai ini, akhirnya teridentifikasi dan diakui oleh keluarga Darti Cahyati, bahwa mayat yang ditemukan tersebut ciri-cirinya persis dengan orang tuanya yang telah hilang meninggalkan beberapa hari yang lalu.

Dari keterangan salah seorang petugas Puskesmas Wanaraja, Mervin, menyebutkan, mayat perempuan ini diperkirakan telah meninggal antara 4-5 hari, hal ini tampak jelas dari kondisi jasadnya yang mulai membusuk dan sebagian sudah rusak. (Tim GE)***