Mengklaim Dapat Restu Prabowo, Kolonel Suryaman Siap Maju di Ajang Pilkada Garut

H. Suryaman, S.Ip, saat berjabat tangan dengan Prabowo Subianto.*

GARUT, (GE).- Salah seorang putra terbaik Garut, H. Suryaman, S.Ip, menyatakan tekadnya untuk maju dalam ajang Pilkada Garut sebagai calon bupati. Bukti keseriusannya, ia mengklaim telah mendapat restu dari Pimpinan Partai Gerindra, Prabowo Subiyanto.

Perwira TNI berpangkat kolonel yang saat ini masih aktif, dengan tegas menyatakan tekadnya untuk maju dalam ajang Pilkada Garut 2018 didukung penuh Partai Gerindra. Bukan hanya di tingkat bawah, Suryawan bahkan mengaku mendapat dukungan langsung dari pucuk pimpinan Partai Gerindra, Prabowo Subiyanto.

“Saya telah beberapa kali bertemu langsung dengan Pa Prabowo. Beliau sangat mendukung niat baik saya untuk memperbaiki Garut dengan cara mencalonkan diri menjadi calon bupati pada ajang Pilkada 2018 mendatang,” ujar pria kelahiran 11 Mei 1961 ini.


Meski telah mendapat dukungan dari Prabowo, akan tetapi Suryaman mengaku tetap menghormati para pengurus dan kader Gerindra yang berada di tingkat bawah. Oleh karena itu, selama ini Suryaman selalu intens menjalin komunikasi dan koordinasi dengan para pengurus dan kader Gerindra di tingkat Provinsi Jabar dan Kabupaten Garut.

“Alhamdulillah, saya juga telah mendapatkan dukungan dari 30 PAC Partai Gerindra di Garut. Dukungan itu langsung mereka nyatakan dalam sebuah pertemuan di kawasan Santolo beberapa waktu lalu,” kata ayah dari tiga anak ini.

Garut GAGAH (Garut Amanah, Gumilang, Asri, Hurip), tutur Suryaman, menjadi visi misinya dalam mencalonkan menjadi calon bupati/wakil bupati Garut. Adapun yang menjadi latar belakangnya, kondisi Kabupaten Garut dalam kurun 3 peroide kepemimpinan yang menurut pengamatan dan realita di lapangan belum kelihatan sebuah pertumbuhan dan perkembangan sebuah wilayah yang maju dan modern.

Bahkan lebih banyak ketimpangan dari segi IPOLEKSOSBUD dan Ekonomi yang tidak equal dan merata secara mekanisme pembangunan sebuah daerah dengan tata kelolanya baik, pengelolaan tata ruang yang semrawut, birokrasi yang terkesan tidak fleksible, dan mudah. Hal ini diperparah dengan pembangunan yang tidak memiliki skala prioritas, tidak memiliki unsur value for money, pengelolaan budget yang terkesan bagi-bagi projek, juga iklim perpolitikan yang terkesan tabu dan seringkali dijadikan alat untuk saling menjatuhkan.

Oleh sebab itu, dengan kehadirannya di kancah politik Garut diharapkan dapat mempercepat proses pembangunan di Garut. Pada akhirnya kesejahteraan masyarakat dapat tercapai. (Farhan SN)***

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI