Mengidap Penyakit Berat, Calon Haji Asal Garut Gagal Berangkat

TAROGONG, (GE).- Meski sudah melengkapi berbagai persyaratan, seorang calon jemaah haji (Calhaj) asal Kabupaten Garut dipastikan batal berangkat ke tanah suci. Alasan kesehatan menjadi penyebab gagalnya keberangkatan calon jemaah asal Tarogong Kidul tersebut.

Kepala Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Garut Usep Saepudin Muhtar mengatakan, saat ini calhaj yang memiliki penyakit berat dan mesti menjalani cuci darah tidak bisa diberangkatkan.

“Sebab tidak ada aturan dari Permenkes-nya, jemaah yang harus cuci darah dengan sangat terpaksa mesti dibatalkan keberangkatannya,” ujar Usep di Kantor Kemenag Garut, Kamis (11/8/2016).

Selain seorang calhaj yang batal berangkat, Usep menyebut ada empat jemaah lain yang juga terkendala masalah kesehatan. Meski demikian, keempat jemaah ini masih bisa diberangkatkan.

“Satu orang calon jemaah dari Kecamatan Samarang didiagnosa hamil. Satu orang memiliki penyakit herpes asal Kecamatan Malangbong, serta dua orang dari Kecamatan Sukawening belum mendapat suntik meningitis,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Haji Kantor Kemenag Garut Irwan Nurjaman, memastikan empat calhaj tersebut tetap bisa berangkat.

“Yang hamil masih bisa berangkat, hanya ditunda keberangkatannya pada tahun depan. Kalau yang sakit herpes, sempat tertunda namun sudah dinyatakan sembuh dan telah berangkat dengan kloter 2. Sementara dua orang lagi, yakni kakak beradik dari Kecamatan Sukawening, baru bisa berangkat 10 hari kemudian. Keberangkatannya menumpang kloter lain, tapi nanti digabung dengan kolter 1,” urainya.

Selain empat calhaj, sebut dia, enam jemaah lainnya juga terkendala keberangkatannya. Keenam orang ini bermasalah dengan visa.

“Sama juga dengan empat orang yang bermasalah kesehatannya, enam orang ini akan berangkat bersama kloter lain setelah visa selesai diurus,” katanya.

Seperti diketahui, jemaah haji asal Kabupaten Garut terbagi dalam empat kloter, yaitu kloter 1, 10, 47 dan 59. Kloter 1 telah berangkat pada 8 Agustus, kloter 10 akan berangkat pada 12 Agustus dengan jumlah 360 jemaah, kloter 47 pada 26 Agustus sebanyak 444 jemaah, dan Kloter 59 pada 31 Agustus sebanyak 103 jemaah. Farhan SN***