Mengganggu Pengguna Jalan, Perbaikan Jalur Garut-Bungbulang Dinilai Tidak Tepat Waktu

JELANG Iedul Fitri 1437H-2016, Jalur utama Garut-Bungbulang masih dalam proses rehabilitasi. Akibatnya, di kawasan ini kerap terjadi penumpukan kendaraan, dari arah Garut dan sebaliknya. Selasa (21/06/2016)/ Deni-Siti/ 'GE'

PAMULIHAN, (GE).- Datangnya hari Lebaran atau Idul Fitri 1437 H – 2016 tinggal menghitung hari. Sementara beberapa ruas jalan utama masih dalam tahap perbaikan atau penyelesaian. Kondisi ini tentunya dikeluhkan warga, khususnya pengguna jalan.

Keluhan warga ini tentunya sangat beralasan, karena waktu mendekati hari raya ini merupakan saatnya volume kendaraan meningkat, pemudik mulai berdatangan, sehingga sangat berpotensi pada terganggunya arus lalulintas (lalin).

Dari pantauan ‘GE’ salah satu akses jalan utama menuju selatan Garut, tepatnya jalur utama Garut-Bungbulang yang juga menghubungkan ke kawasan Caringin, Cisewu dan beberapa daerah lainya.  Hingga hari ke 16 Ramadhan, jalan utama yang merupakan jalan provinsi ini masih dalam proses pengerjaan rehabilitasi, Selasa (21/06/ 2016).

“Saya heran, kenapa perbaikan ini tidak dari awal, bukan seperti sekarang, ketika sudah mendekati lebaran baru diperbaiki. Ini sangat menganggu pengguna jalan,” tutur Ade (50), salah seorang pengguna jalan.

Akibat pembangunan jalur Garut-Bungbulang ini, di salah satu wilayah, tepatnya di Pegunungan Halimun kerap mengalami penumpukan kendaraan. Hal ini diakibatkan karena sudah memasuki musim mudik sehingga arus lalu lontas otomatis mulai padat.

Untuk mengatur arus lalin di kawasan ini, Kepolisian dari Polsek Pamulihan dengan dibantu warga setempat terpaksa memberlakukan sistem buka tutup. “Untuk para pemudik, saat ini harus sedikit bershabar mengantri untuk bisa melintas kawasan ini. Sementara proses perbaikan jalan ini katanya ditargetkan selama enam bulan,” tutur salah seorang warga setempat.

Sementara itu, salah seorang pemudik asal Bungbulang menilai perbaikan jalan raya Garut- Bungbulang ini kurang tepat waktu. Ia beralsan, saat mudik lebaran tahun ini (2016) ruas jalan baru diperbaiki. Idealnya memasuki 7 hari sebelum lebaran itu sudah harus beres.

“Ini malah sebaliknya, memasuki mudik lebaran baru diperbaiki. Saya harus menunggu hingga satu jam untuk bisa melintas. Mudah-mudahan jelang puncak arus mudik dan balik nati pengerukan jalan sudah selesai.” Harapnya. (Deni-Siti)***