Mengenaskan, Seorang Pemuda Dikeroyok di Depan Bale Paminton

KOTA, (GE).- Diduga kuat akibat pengeroyokan, seorang pemuda tanpa identitas terkapar bersimbah darah tepat di depan Bale Paminton, Jalan A. Yani, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Jumat dini hari (2/8/ 2016).

Salah seorang saksi mata yang namanya enggan di-publish mengatakan, aksi penganiayaan yang menimpa korban berlangsung sekira pukul 01.30 WIB.

“Awal persisnya seperti bagaimana saya kurang jelas. Saat itu saya melihat sejumlah orang yang tengah memukuli. Kejadiannya tidak terlalu lama dan saya tidak berani mendekat walau tidak terlalu jauh dari lokasi, takut malah ikut dipukuli,” ungkapnya.

Ia memperkirakan, para pelaku yang melakukan aksi pengeroyokan diperkirakan berandalan bermotor yang sering melakukan aktivitas di kawasan perkotaan.

“Aksi penganiayaannya juga memang tidak begitu lama, setelah beberapa menit mereka langsung kabur begitu saja dan terlihat satu orang tergeletak di depan gedung Bale (Bale Paminton/ red.). Saya juga saat itu tidak berani mendekat, tapi saat pagi di depan Bale sudah ramai mobil Polisi, dan terlihat juga ceceran darah di sejumlah tempat, termasuk ada satu batu yang darahnya cukup banyak, malam memang ada yang dipukulkan ke korban juga sih, kayanya batu itu,” jelasnya.

Kapolsek Garut Kota, Kompol A Kustia membenarkan adanya aksi penganiayaan yang terjadi di wilayah hukum Polsek Garut Kota kemarin. Pihaknya mendapatkan laporan dari masyarakat sekira pukul 02.00 WIB dini hari.

“Tindakan yang kita lakukan saat itu adalah langsung membawa korban ke RSUD dr Slamet Garut untuk dilakukan upaya medis. Saat ditemukan, meski berlumuran darah korban saat itu diketahui masih bernyawa sehingga langsung dilakukan tindakan medis di RSUD dr Slamet Garut,” ucapnya.

Ia mengatakan saat korban dibawa ke RSUD dr Slamet Garut, pihaknya tidak menemukan identitas korban baik kartu tanda penduduk atau yang lainnya sehingga belum bisa mengidentifikasi saat itu. Selain identitas korban, pihaknya belum bisa memastikan identitas pelaku penganiayaan karena belum ada saksi mata yang mau dimintai keterangan terkait aksi tersebut.

“Kita belum bisa memastikan apakah pelaku ini berandalan bermotor atau bukan, tapi kemungkinan ini tidak ada kaitannya dengan berandalan bermotor. Tapi kami bersama Satreskrin Polres Garut saat ini terus melakukan pengembangan kasus penganiayaan yang terjadi sehingga bisa mengungkap lebih jauh,” jelasnya.

Belakangan, identitas korban mulai diketahui, setelah kakaknya mencari adiknya yang hilang. Saat itu sang kakak memastikan jika korban penganiayaan yang di RSUD dr Slamet Garut adalah adiknya bernama Asep Saepudin alias Ende (25) warga kampung Babakan Bedog, 002/003, Desa Jati, Kecamatan Tarogong Kaler.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban sendiri sehari-hari berprofesi sebagai mekanik di salah satu bengkel dan saat kejadian menggunakan motor jenis matic dengan nomor polisi Z 2492 FE. (Tim GE)***