Mengecewakan, Ini Hasil Pertemuan Bupati Garut dengan Staf Kepresidenan
RI

JAKARTA, (GE).- Inisiatif Presiden Republik Indonesia memanggil Bupati Garut, Rudy Gunawan bersama jajaran di Kantor Staf Kepresidenan tampaknya menghasilkan keputusan maksimal. Padahal dalam pertemuan tersebut para pihak berseteru turut dihadirkan. Atas hasil tersebut staf Kepresidenan segera membentuk Pansus untuk menginvestigasi permasalahan sebenarnya.

Dalam pertemuan tersebut staf kepresidenan memanggil Bupati Garut bersama jajarannya dan P3L sebagai pelapor. Selama pertemuan adu argumen berlangsung alot. Pasalnya Bupati Garut Rudy Gunawan tak bergeming dari keputusannya agar semua pedagang Pasar Limbangan harus menempati pasar yang baru.

Ketua P3L, Basar Suryana mengaku pemanggilan tersebut untuk mengkonfrontir pihak Pemkab Garut dan P3L. Pertemuan yang dipimpin Deputi V Kepala Staf Kepresidenan, Jaleswari Pramurdiawardani itu untuk mendengarkan peristiwa yang terjadi di Limbangan.

“Bupati Garut tetap dengan pendiriannya dan tetap tak sejalan. Bupati menawarkan bangunan baru kepada kami, tapi kami tetap menolak,” ujar Basar saat dihubungi usai melakukan pertemuan, Jumat (20/5/2016).

Dari hasil pertemuan itu, lanjut Basar, staf Kepresidenan akan membentuk Pansus untuk menginvestigasi kelayakan bangunan baru Pasar Limbangan. Selain itu, Pansus tersebut akan mengkaji permasalahan di Limbangan.

“Bupati juga menawarkan kompensasi bagi pedagang yang mau menempari gedung baru. Tapi kan itu harus dianggarkan dulu oleh dewan,” ucapnya.

Terkait masalah relokasi para pedagang pascakebakaran, tutur Basar, pihaknya meminta untuk ditempatkan di alun-alun Limbangan sebelum ada hasil kajian dari pansus. Namun Bupati Garut belum menyikapinya.

“Dengan kata lain Bupati menolak untuk menempatkan pedagang ke alun-alun Limbangan. Bupati tetap meminta pedagang pindah ke gedung baru,” katanya.

Hingga saat ini, tambah Basar, para pedagang korban kebakaran masih kebingungan untuk kembali berjualan. Pemkab Garut pun seperti melakukan pembiaran atas permasalahan yang menimpa para pedagang. (Farhan SN)***