Menganggap Ibu Objek Material. Yani akan Digugat Balik Biaya Selama dalam Kandungan, Dilahirkan, Disusui, dan Dibesarkan?

DEDI Mulyadi memberikan keterangan kepada wartawan usai menyambangi Siti Rohaya di rumah anak bungsunya, di Kampung Sanding Atas, Kelurahan Muara Sanding, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Kamis (30/3/17) pagi. (Foto : Mempis/GE)***

GARUT, (GE).- Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat, Dedi Mulyadi, sedang mempertimbangkan langkah untuk menggugat balik Yani Suryani dan suaminya, Handoyo Adianto. Dedi menyampaikan dua aspek yang dapat dimasukan ke dalam gugatan balik Siti Rokayah (83), selaku ibu yang digugat anak dan menantunya itu.

“Kami masih mempertimbangkan gugatan balik yang nanti bisa saja dilakukan. Gugat material saja, tujuannya sebagai pembelajaran bagi masyarakat di Indonesia,” kata Dedi, di kediaman kerabat Siti Rokayah, Kampung Sanding Atas, Kelurahan Muarasanding, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Kamis (30/3/17) pagi.

Salah satu materi gugatan balik ini, kata Dedi, adalah gugatan kontroversi dari ibu kepada anak karena telah melahirkan hingga membesarkan. Menurutnya, gugatan anak terhadap ibu yang terjadi di PN Garut, adalah bukti seorang anak telah menganggap ibu sebagai objek material.


Menurut Dedi, kalau anak menggugat ibu kandung bisa, maka seorang ibu bisa juga menganggap anak sebagai objek material.

“Misalnya seorang ibu bisa menggugat anaknya karena ia mengalami kerugian setelah melahirkan, menyusui, hingga membesarkan anaknya. Hal yang tak logis tersebut bisa saja dilakukan karena alasan penggugat dalam kasus gugatan ini juga saya pikir tidak logis,” paparnya.

Menurut Dedi, gugatan balik itu harus ditempuh karena proses anak menggugat ibu di Indonesia berulang kali terjadi.

“Di Indonesia sudah beberapa kali terjadi ibu digugat anak. Kalau tidak salah, kasus Garut ini merupakan gugatan anak terhadap ibu yang ketiga,” ucapnya.

Pada materi gugatan balik berikutnya, perihal utang yang disesuaikan dengan nilai emas.

“Kalau di pengadilan nanti diputuskan bunga (utang) yang ditentukan penggugat tidak sah, bank gelap itu ada, maka dia bisa digugat balik,” katanya.

Namun bila PN Garut mengabulkan bunga dalam gugatan tersebut, Dedi meyakini nilainya akan disesuaikan dengan bunga bank secara umum yang tidak didasarkan atas nilai emas.

“Hasilnya sudah bisa diprediksi, majelis hakim punya hati nurani dalam memutuskan nanti,” imbuh Dedi. (Farhan SN/GE)***

Editor : SMS

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI