Mengandung Zat Kimia Berbahaya, Kadinkes Garut Sarankan Jangan Gunakan Kresek Hitam untuk Membungkus Daging Kurban

TARKI,(GE).-Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Garut, mengingatkan kepada panitia penyembelihan hewan kurban agar tidak mempergunakan kantong atau keresek plastik hitam sebagai pembungkus daging kurban.

Kepala Dinnas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Garut, dr. Tenni Swara Rifai menjelaskan, keresek hitam cukup berbahaya jika digunakan untuk pembungkus langsung bahan-bahan makanan termasuk daging kurban, karena mengandung zat kimia berbahaya.

“Keresek plastik hitam itu sangat berbahaya untuk membungkus makanan, termasuk daging kurban, karena hasil daur ulang yang sudah berulangkali mengandung zat kimia berbahaya,” kata Kadinkes, Kamis (8/9/2016).

Diungkapkannya, kantong keresek berwarna hitam, merupakan plastik hasil daur ulang dari berbagai macam plastik dengan proses yang tidak higienis. Plastik hasil daur ulang ini masuk katagori non food grade atau tidak memenuhi syarat kimia makanan.

“Berasal dari daur ulang beragam plastik yang bisa mengandung logam berat, mikrobra atau kandungan kimia berbahaya yang bisa menempel pada makanan. Meskipun di cuci beberapa kali juga zat berbahaya itu akan terus menempel,” jelasnya.

Di Garut memang tidak ada Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM). Makanya, kata Tenni, Dinas Kesehatan yang selama ini melakukan pengawasan. Tenni menjelaskan, Keresek plastik hitam bisa saja digunakan sebagai bungkus asal tidak memiliki kontak langsung dengan makanan.

“Tidak apa-apa asal sebelum dimasukkan ke plastik hitam, daging kurban tidak kontak langsung dengan keresek tapi harus dibungkus dengan plastik bening atau daun terlebih dahulu,” tukasnya.

Disarankannya, jika ingin aman alangkah baiknya jika daging qurban tersebut dibungkus menggunakan dedaunan segar, atau keresek bening.

“Pokoknya hindari saja dari plastik berwarna. Bagusnya plastik itu yang bening. Tapi alangkah baiknya menggunakan dadaunan. Terserah mau daun pisang, daun waru, atau daun lainnya yang dianggap praktis dan bisa dijadikan bungkus.” pungkasnya

Ditambahkannya, selain plastik keresek berwarna hitam, sebetulnya plastik berwarna lainnya seperti putih, merah, kuning, atau biru juga memiliki potensi zat berbahaya serupa, jika digunakan sebagai bungkus makanan.

“Yang paling tepat dan aman untuk bungkus daging kurban atau makanan lainnya adalah plastik bening karena bukan hasil daur ulang. Atau seperti kata saya tadi yang baik itu adalah dadaunan,” katanya. (Hakim. AG/ Dief)***