Mengaku Perwakilan Kemendes, Petualangan Tiga Oknum Wartawan Ini Berakhir di Mapolres

Kapolres Garut, AKBP Budi Satria Wiguna, didampingi anggotanya menunjukan sejumlah barang bukti, saat menggelar press conference di halaman Mapolres Garut, Jumat (12/01/2018)/ foto: Rangga/GE.***

GARUT, (GE).-  Baru-baru ini sejumlah kepala desa di wilayah Kabupaten Garut diresahkan dengan ulah tiga oknum wartawan yang mengaku dari Media Sidik dan perwakilan dari Kementrian Desa (Kemendes). Ketiga oknum wartawan berinisial  TS, BP, dan MH  berhasil diciduk saat melakukan aksi pemerasan terhadap Kepala Desa Margalaksana, Kecamatan Cilawu, Kabupaten Garut.

Menurut Kapolres Garut, AKBP Budi Satria Wiguna, para oknum wartawan tersebut diketahui berasal dari Kabupaten Bekasi dan Kadungora Garut. Mereka (oknum wartawan) memang dilengkapi dengan berbagai atribut pers semisal ID Card dan tanda pengenal lain yang dimiripi-miripkan dengan atribut Polri.

Dalam melakukan aksinya, ketiga oknum wartawan tersebut melakukan ancaman terhadap kepala desa yang diduga tidak menyalurkan penggunaan anggaran dana desa (DD) dengan baik.  “Kalau wartawannya asli, dia menakut-nakuti kepala desa karena mengaku dari Kemendes,” ujarnya, saat konferensi pers di Mapolres Garut, Jumat (12/1/2018).


Sebelumnya ketiga oknum tersebut pada hari Rabu (10/1/2018)  tertangkap tangan saat mereka memeras Kepala Desa (Kades) Margalaksana, Kecamatan Cilawu. Mereka memimnta paksa uang sebesar Rp 10 juta, namun pihak kades hanya menyanggupi uang Rp 5 juta.

“Awalnya dikasi Rp 1 juta, nah sisanya yang Rp 4 juta dipancing pihak kades dan tertangkap. Saat pemberian uang yang Rp 4 juta, pihak kades telah menghubungi beberapa rekan kades lainnya yang dianggap telah menjadi korban wartawan gadungan itu. “Mereka akhirnya diintrogasi dan diserahkan ke kami (Polres Garut/red.),” ungkapnya.

Jika terbukti, ketiga oknum wartawan tersebut akan dijerat pasal 368, 369, dan 378 KUHP dengan ancaman 4 tahun penjara. (Rangga)***

Editor: Kang Cep.

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI