Menerjang Derasnya Sungai Cimerak Demi Mengajar di SD Mekarsari

Apid Kurnia, guru honorer di SDN Mekarsari V, saat menyebrangi Sungai Cimerak, Desa Mekarsari, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut. Foto: Deni-Siti "GE"

MENEMPUH jalur berlumpur, melintasi jalan setapak puluhan kilo meter, hingga menembus derasnya arus sungai tak pernah membuat semangatnya luntur.Tekadnya untuk mencerdaskan anak bangsa terus tertanam dalam jiwanya.

Adalah Apid Kurnia, sosok guru muda potensial yang telah mendedikasikan hidupnya sebagai guru honorer sejak tahun 2005 lalu. Setiap harinya, Apid yang bertempat tinggal di Kampung Lengkong, Desa Sagara, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut. Dengan menunggangi speda motor kesayangannya, setiap harinya Ia harus berpeluh keringat untuk menempuh perjalanan 25 Kilo meter selama 2,5 jam untuk mengajar di SDN Mekarsari V yang berlokasi di Desa Mekarsari.

Selain harus melintasi jalan setapak berlumpur, Apid juga harus bertaruh nyawa dengan melintasi derasnya arus Sungai Cimerak.


“Perjalanan seperti ini tak jadi soal. Yang penting saya bisa mengajar anak anak. Ini sudah menjadi kewajiban saya sebagai pendidik,” tuturnya, saat dijumpai “GE” di SDN Mekarsari, Rabu (7/12/2016).

Untuk bisa sampai di sekolah tepat waktu, Apid harus harus sudah berangkat dari rumahnya sejak pukul 4.30. Jika musim hujan, tak jarang Apid harus menginap di sekolah karena dipastikan arus Sungai Cimerak akan meluap hingga tak bisa dilntasi motornya.

Dengan gaji guru honorer yang tak seberapa, tentunya tak sebanding pekerjaan dan kinerjanya yang begitu berat. Namun baginya, semua itu bukan halangan untuk tetap bisa mendidik sebaik mungkin. Namun demikian, harapannya untuk diangkat menjadi seorang Pegawai Negeri Sipil tetap menjadi angan-angannya selama ini.

“Ya, kalau harapan utamanya yang ingin anak anak didik saya menjadi orang sukses, cerdas dan bisa berguna bagi agama, dan negara. Ada juga harapan lainnya, mudah-mudahan pemerintah bisa memperhatikan harapan saya untuk segera diangkat menjadi PNS,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala SDN Mekarsari V, Iyay Sugiarti S.Pd., mengakui jika Apid Kurnia merupakan salah seorang staf pengajar yang disiplin, walau setiap hari harus menempuh perjalanan jauh untuk mengajar, Apid hampir tak pernah telat datang ke sekolah.

“Apid memang guru yang disiplin, walau harus menempuh perjalanan yang jauh, ia tak pernah telat masuk sekolah. Bahkan hampir tak mengeluhkan kondisinya.Kadang pak Apid sering menginap di sekolah jika hujan deras karena tak mungkin menyebrangi Sungai Cimerak. Melihat pengabdiannya yang begitu besar, menurut saya, pak Apid layak diangkat menjadi guru PNS. Semoga pemerintah dapat memperhatikannya,” tuturnya.(Deni-Siti)***

Editor: Kang Cep.

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI