Menantang Maut Demi Tetap Berlebaran di Kampung Halaman

BUNGBULANG, (GE).- Entah sejak kapan tradisi mudik alias pulang kampung ini berlangsung. Yang jelas tradisi tahunan ini selalu menjadi warna tersendiri setiap musim Lebaran-Idul Fitri tiba. Berbagai cara dilakukan warga untuk mudik dan bisa berlebaran di kampung halamannya, sekalipun harus menantang maut.

Seperti halnya tahun-tahun sebelumnya, pada musim mudik tahun ini (1437H-2016) warna mudik tak jauh berbeda. Kenaikan tarif angkutan umum, kemacetan dan berbagai cara dilakukan pemudik untuk bisa berhari raya di kampung.

Menantang maut adalah salah satu cara pemudik asal Garut selatan dan sekitarnya. Untuk bisa segera pulang kampung tak jarang mereka melakukan aksi menantang maut. Sejumlah warga rela naik kendaraan umum dengan cara menaiki atap mobil atau bergelayutan di pintu mobil.

Jelas cara ini bisa membahayakan jiwanya. Terlebih kondisi jalan menuju kawasan Garut selatan yang banyak tikungan tajam dengan ketinggian yang curam. Disamping itu, di beberapa titik kawasan menuju selatan Garut ini juga rawan longsor.

“Ya, mau bagaimana lagi alat transportasinya begini adanya. Yang penting saya bisa pulang kampung,” tutur Dede (43) salah seorang penumpang asal Citalahab Bungbulang. Jum’at (8/7/2016)

Dari pantauan “GE” pemudik asal Garut selatan dan sekitarnya yang menggunakan angkutan umum (elf) pada tahun ini (2016) sedikit mengalam penurunan. Pasalnya, saat ini sejumlah pemudik banyak yang menggunakan mobil rentalan dan motor. Hal ini diakui beberapa sopir elf jurusan Garut-Pameungpeuk-Bungbulang.

“Ya, penumpang sekarang banyak yang menggunakan mobil rentalan dan motor. Jadi agak sedikit yang naik elf,” tutur Ujang (40), salah seorang sopir elf jurusan Garut-Bungbulang.

Rusmana (41) salah seorang pemudik, sudah beberapa kali lebaran mengaku lebih memilih menggunakan mobil rental. Ia menilai, selain nyaman ongkosnya juga tidak jauh berbeda jika dibandingkan dengan ongkos angkutan umum yang menaikan tarif hingga 100%.

“Ya, kita bersama rombongan keluarga sudah tiga kali lebaran menggunakan mobil rental. Selain nyaman juga ongkosnya relatif murah, hanya beda dikit dengan ongkos elf yang biasa menaikan tarif ‘teu jeung kira-kira‘.” Ungkapnya.

Diakuinya, saat musim ‘marema’ lebaran ongkos elf jurusan Garut-Bungbulang yang biasanya hanya Rp 40.000- 45.000, naik menjadi Rp 10.000 per penumpang, termasuk penumpang yang naik diatas atap mobil ditarif dengan ongkos yang sama. (ER)***

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI

Komentar

BAGIKAN