Menaggapi
Dugaan Penistaan Agama yang Dilakukan WS. Dedi Mulyadi Mengajak WS Menjaga Keutuhan NKRI

KETUA DPD Golkar Jawa Barat, Dedi Mulyadi.***

GARUT, (GE).- Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menilai sikap pemahaman keagamaan yang dianut WS adalah pemahaman pribadi. Karena itu, kata budayawan yang khas dengan ikat kepalanya ini, pemahaman tersebut tidak boleh dipaksakan harus menjadi pemahaman umum.

“Ya, itu seharusnya cukup menjadi pemahaman pribadi. Jangan sampai dipaksakan harus jadi pemahaman umum,” tandas Dedi Mulyadi yang juga Bupati Purwakarta ini, kepada “GE”, Minggu (26/3/17).

Namun begitu, kata Dedi, ia sendiri sebenarnya tidak memiliki kapasitas untuk menilai masalah tersebut. Sebab, penilaian terhadap kasus “Jendral Bintang Empat” Negara Islam Indonesia (NII) yang ngotot salat jumat menghadap ke arah timur tersebut, merupakan kewenangan pihak MUI dan kepolisian. Karena itu, tinggal dua lembaga ini yang didorong untuk meyelesaikan persoalan tersebut.


“Tinggal dilihat, apakah ada unsur penistaan agama atau tidak. Itu kewenangannya MUI. Sedangkan masalah unsur dugaan makar itu kewenangan kepolisian,” terang Dedi.

Dedi sendiri mengajak kepada WS untuk sama-sama membangun dan menjaga keutuhan NKRI. Kalau memang yang bersangkutan memiliki pemahaman berbeda tengang agama, seharusnya itu menjadi pemahaman pribadi, jangan sampai dipaksakan menjadi pemahaman umum.

Deritakan sebelumnya, WS yang tercatat sebagai warga Desa Tegalgede, Kecamatan Pakenjeng, Kabupaten Garut, melayangkan surat kepada pemerintah melalui aparat desa setempat. Dalam surat itu, ia menyatakan diri sebagai “Jendral Bintang Empat” NII, meminta izin untuk melaksanakan salat berjamaan menghadap ke arah timur. (Sony MS/GE)***

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI