Membuka Ruang Budaya “Ngawangkong Bari Ngaliwet”

GARUT, (GE).- Paguyuban Seni Budaya Kampung Tegalsari Desa Langensari Kecamatan Tarogong Kaler bersama Komunitas Budaya Posstheatron, Jum’at (21/9), menggelar acara unik yang dikemas dalam diskusi “Ngawangkong Bari Ngaliwet”. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Gedung Seni Budaya Padepokan Sobarnas Martawijaya, Jalan Cipanas Desa Tegalsari, Tarogong Kaler, Garut, Jawa Barat.

Diskusi bertema “Membuka Ruang Budaya” menghadirkan budayawan yang juga wartawan senior H. Usep Romli, Ketua Paguyuban Lingkungan Hidup (PLG) Kab. Garut Hariono, dan dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD), Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) dan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud). Turut hadir Sekmat Tarogong Kaler, inohong budaya, serta Karang Taruna setempat

H. Usep Romli mengingatkan kembali pentingnya memperhatikan budaya bila kelangsungan hidup ingin terus dijaga. Ia mencontohkan ganasnya Sungai Cimanuk setahun lalu.


Lebih lanjut mengatakan bahwa budaya harus dirawat semestinya, sehingga akan mengembalikan alam seperti dulu.

“Kondisi alam Garut yang berjuluk Garut Mooi adalah bukti bagaimana hubungan manusia dengan alam terus dijaga” tuturnya.

Senada dengan H. Usep Romli, Ketua PLG Hariono mengingatkan agar budaya tetap dijaga. Etika bergaul dan bermusyawarah tidak terlepas dari budaya.

“Sila ke-empat Pancasila sudah mencerminkan etika, sikap, budaya bermusyawarah yang patut kita jaga,” ujarnya.

Fahrul S, selaku ketua penyelenggara, mengatakan dengan komunitas seni budaya ini diharapkan bisa menghidupkan seni budaya yang sudah terkikis di era globalisasi dan teknologi. Menurutnya, kegiatan yang dilaksanakan setiap hari Jumat di minggu ke 4 merupakan kegiatan rutin Komunitas Budaya Posstheatron. Kegiatan ini akan terus dipertahankan agar ada dampak positifnya. (Dedi Sofwan)***

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI