Memasuki Musim Kemarau, Belasan Hektar Sawah di Selaawi Terancam Gagal Panen

GARUT, (GE).- Belasan hektar sawah di Kampung Cianten, Desa Cigawir, Kecamatan Selaawi, Kabupaten Garut terancam gagal panen. Sejak sebulan yang lalu hujan tak kunjung turun mengakibatkan sawah milik petani setempat mengalami kekeringan.

“Kalau dalam dua minggu ke depan hujan tak kunjung turun tentu padi yang saya tanam akan mati. Pasalnya pasokan air dari irigasi sudah menipis. Sehingga tak cukup untuk mengairi sawah,” ucap Asep Suharja (38), saat ditemui di sawah miliknya, Senin (30/7/18).

Asep mengaku, air di irigasi memang masih ada tapi banyak yang memakainya. Jadi terkadang sawah yang ada di paling ujung tak kebagian air.


Padahal, kata Asep, baru beberapa hari ia nanam padi. Jadi pasokan air sangat dibutuhkan agar tanaman padinya tetap tumbuh.

“Memang beresiko menanam padi saat kemarau seperti sekarang. Kadang air di irigasi rebutan. Mungkin kalau sebulan lagi ga hujan padi ini akan mati,” ucapnya pasrah.

Asep mengaku sudah mengeluarkan biaya Rp 1,5 juta untuk 200 tumbak sawah miliknya. Kalau tanaman padinya mati ia mengaku akan menelan kerugian.

“Entah dari mana nanti kalau mau nanam padi lagi jika padi yang sekarang ditanam gagal panen. Tadinya saya mengadu nasib hujan akan cepat turun. Tapi nyatanya tak kunjunh turun juga,” keluhnya.

Ungkapan yang sama dikatakan petani lainnya, Epon (52), sebagian sawah miliknya sudah mulai retak-retak akibat kekurangan pasokan air. Padahal usia tanam padinya baru sekira satu bulan.

“Tadinya saya nanam padi ikut petani lainnya karena banyak yang nanam. Melihat banyak padi yang mati saya pasrah aja. Sambil terus berusaha mengairi sawah yang kadung sudah ditanam,” kata dia.

Epon mengaku sudah berusaha sekuat tenaga untuk menyelamatkan padi hasil tanmannya dari kekeringan. Namun sekarang sejumlah padi miliknya sudah mulai memerah dan tanahnya pun retak-retak.

“Saya rugi jutaan rupiah. Kalau padi ini mati akibat kekeringan. Namun mudah-mudahan hujan segera turun,” harapnya.

Berdasarkan pantauan “GE” di area pesawahan Kampung Cianten memang sebagian lahan sudah kering kerontang. Petani tidak menanami sawahnya. Namun ada sebagian petani yang nekad bercocok tanam meski pasokan air daru irigasi setempat sudah menipis. (Farhan SN)***

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI