Mayjen (Purn) Supiadin AS, Ingatkan Kembali Sejarah dan Perancang Lambang Garuda Pancasila Kepada Pelajar SMA

CIKAJANG, (GE).- Dalam rangka meningkatkan keasadan berbangsa dan bernegara, Anggota Komisi I DPR/MPR RI Fraksi NasDem, Mayjen TNI (Purn) Supiadin Aries Saputra (SAS) terus menyelenggarakan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan. Belum lama ini Mayjen (Purn) Supiadin AS menggelar sosialisasnya kepada sejumlah pelajar setingkat SMA, tepatnya di SMAN 4 Cikajang, Garut, Jawa Barat (27/08/2016).

Dikatakannya, Empat Pilar ini menjadi prinsip-prinsip moral ke-Indonesiaan yang memandu tercapainya perikehidupan bangsa yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur. Empat pilar dari konsepsi kenegaraan Indonesia merupakan prasyarat minimal, disamping pilar-pilar lainnya.

“Ya, Empat Pilar kehidupan berbangsa dan bernegara dapat menjadi panduan yang efektif dan nyata. Apabila semua pihak, segenap elemen bangsa para penyelenggara negara baik di pusat maupun daerah dan seluruh masyarakat konsisten mengamalkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Dan yang tak kalah pentingnya, Empat Pilar ini harus difahami sejak dini oleh generasi penerus bangsa, diantaranya oleh adek-adek pelajar,” ungkapnya.

Dalam kesempatan sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan yang meliputi Pancasila, UUD’45, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika, kali ini Supiadin AS mengingatkan kembali kepada para pelajar terkait sejarah siapa perancang lambang Garuda Pancasila.

Diungkapkannya, lahirnya lambang Garuda Pancasila ini tidak terlepas dari sejarah panjang bangsa Indonesia. Dalam beberapa literatur sejarah, Syarif Abdul Hamid Alkadrie adalah putra sulung Sultan Pontianak ke-6, Sultan Syarif Muhammad Alkadrie (lahir di Pontianak, Kalimantan Barat, 12 Juli 1913 – meninggal di Jakarta, 30 Maret 1978 pada umur 64 tahun) Ialah Perancang Lambang Negara Indonesia, Garuda Pancasila.

“Nah, sejarah perancang Lambang Negara ini mestinya diingat terus oleh segenap masyarakat. Terlebih oleh adek adek pelajar sebagai penerus bangsa. Karena Bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak pernah melupakan sejarah bangsanya sendiri.” Jelasnya.

Saat berlangsungnya sosialisasi, tampak sejumlah pelajar yang mayoritas berseragam Pramuka ini antusias. Mereka tampak serius menyimak pemaparan Mayjen (Purn) Supiadin AS dari awal hingga berakhirnya acara. (ER)***