Mayjen (Purn) SAS jadi Motivator Pemuda di Kampung Halamannya

Mayjen (Purn) Supiadin Aries Saputra (SAS) Anggota DPR/ MPR RI Fraksi Partai NasDem Komisi I, saat menyampaikan materi Empat Pilar Kebangsaan di hadapan sejumlah Organisasi Kepemudaan (OKP) di GOR Cikajang, Kecamatan Cikajang, Garut., belum lama ini.

CIKAJANG, (GE).- Untuk dapat mewujudkan kondisi negara yang tegak dan kuat perlu adanya usaha pembelaan negara. Usaha pembelaan negara dilakukan untuk menghadapi berbagai gangguan, ancaman, ataupun hambatan yang dapat mengancam kelangsungan hidup suatu bangsa atau menghambat penyelenggaraan pemerintah dan pembangunan. Dengan adanya usaha pembelaan negara dari warga negaranya, maka negara akan mampu berdiri tegak, bahkan semakin kuat dan semakin jaya.

Demikian dikemukakan Mayjen (Purn) Supiadin Aries Saputra (SAS) , saat kunjungannya ke wilayah Kecamatan Cikajang, Kabupaten Garut. Selain dalam rangkaian peringatan Hari Sumpah Pemuda, Purnawirawan Jenderan bintang dua yang juga Anggota DPR/ MPR RI Fraksi Partai NasDem Komisi I ini juga tengah mensosialisasikan 4 pilar kebangsaan, khusus kepada para pemuda di Kabupaten Garut.

Acara sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan sekaligus peringatan Hari Saumpang Pemuda ini telah berlangsung di Gedung Olahraga, Desa Cikajang, Kecamatan Cikajang, Sabtu, (31/10/2015). Dalam gelaran ini, tidak kurang dari 150 orang pemuda dari beberapa OKP termasuk Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) tampak mengikuti acara dengan antusias.

Selain kunjungan resmi, rangkaian sosialisasi di Kecamatan Cikajang ini bagi Mayjen (Purn) Supiadin merupakan saatnya pulang kampung. Seperti diketahui, ia adalah salah seorang putra daerah ‘pituin’ Garut tepatnya dari Cikajang. Dalam kesempatan ini, selain menyampaiakan materi 4 pilar Kebangsaan, dia juga menjadi motivator bagi pemuda, khususnya terkait bela negara.

“Sebagai wakil rakyat, sekaligus sebagai orang Garut, saya perlu memotivasi para pemuda di sini (Cikajang/red), khususnya terkait pentingya pengamalan 4 pilar kebangsaan serta bela negara.” Tandasnya.

Dikatakannya, bahwa bangsa Indonesia telah berhasil mendirikan negara sejak Proklamasi kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus 1945. Warga negara Indonesia harus menjaga dan mempertahankan negara dari berbagai ancaman yang dapat merongrong keutuhan NKRI. Dan setiap warga negara wajib membela dan mempertahankannya.

“Upaya pembelaan negara harus dilakukan oleh setiap warga negara, untuk kelangsungan hidup berbangsa dan bernegara. Jadi bela negara itu bukan hanya kewajiban tentara saja. Jika negara membutuhkan kita tentunya harus siap sedia,” tandasnya.

Dikatakannya, bela nega itu bukan berarti wajib militer. Pembelaan negara atau bela negara adalah tekad, sikap dan tindakan warga negara yang teratur, menyeluruh, terpadu dan berlanjut yang dilandasi oleh kecintaan pada tanah air serta kesadaran hidup berbangsa dan bernegara.

“Bagi warga negara Indonesia, usaha pembelaaan negara harus dilandasi oleh kecintaan pada tanah air (wilayah Nusantara) dan kesadaran berbangsa bernegara yang dilandasi keyakinan pada Pancasila sebagai dasar negara serta berpijak pada UUD 1945 sebagai konstitusi negara.” Tegasnya. (Cep)***