Mayjen (Purn) SAS Ajak Pelajar Berfikir Lebih Maju

KOTA, (GE).- Empat Pilar Kebangsaan adalah hal mendasar dan esensial dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Keempat pilar itu tidak digeneralisir memiliki kesamaan kedudukan, tetapi eksplisit sesuai dengan kedudukannya masing-masing. Misalnya, Pancasila sebagai dasar/ideologi negara, UUD 1945 sebagai konstitusi, NKRI sebagai bentuk negara, Bhinneka Tunggal Ika sebagai semangat pemersatu bangsa. Selain itu, Empat Pilar juga harus diketahui dan diamalkan setiap elemen masyarakat, termasuk kalangan muda, semisal kalangan pelajar.

Demikian diungkapkan anggota Komisi I DPR/MPR RI Fraksi NasDem, Mayjen TNI (Purn) Supiadin Aries Saputra (SAS) saat menggelar acara sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di kampus SMA 6 Garut, (21/04/ 2016). Dalam pemaparannya di hadapan sejumlah pelajar, ia mengingatkan terkait pentingnya memahami keberagaman, khususnya di kalangan generasi muda.

“Keberagaman ini harus menjadi sebuah kekuatan yang membuat kita semakin kuat. Bukan malah menjadi masalah dan menjadi konflik. Kita harus bangga karena Indonesia ini beragam, dan bisa saling menghargai dalam keberagaman. Dengan keberagaman inilah saya harap kita, termasuk anak anaku di SMA 6 ini bisa berfikir lebih maju lagi,” tandasnya.

Sementara itu, selain Mayjen (Purn) Supiadin AS sebagai pemateri utama, dalam gelaran sosialisasi Empat Pilar kali ini juga menghadirkan pemateri lainnya, yakni Wawan Gunawan yang merupakan tenaga ahli Fraksi Partai Nasdem DPR RI, yang juga budayawan serta penggiat kerukunan antar umat beragama.

Dalam pemaparan materinya, Kang Wawan, demikian budayawan ini biasa disapa, menegaskan bahwa dalam konteks Jawa Barat yang tingkat keberagaman sangat tinggi, oleh sebab itu Empat Pilar ini menjadi Penting untuk diterapkan dan direalisasikan.

“Tentu saja, Empat Pilar ini begitu penting untuk diterapkan, terutama bagi anak- anak muda Indonesia. Khususnya anak muda Garut harus bangga dengan ke-Indonesiannya.” Tuturnya.

Ada sedikit perbedaan dengan apa yang disampaikan Kang Wawan dalam sosialisasi kali ini. Dalam pemaparan materinya, ia menyampaikannya dengan bahasa khas, atau bahasa- bahasa yang tengah populer di kalangan kaum muda.

“Saya gunakan bahasa khas yang populer di kalangan kaum muda, dengan harapan bisa mudah dicerna dan difahami,” katanya, seusai acara sosialisasi di kampus SMA 6 Garut. (ER)***