Mata Air dan Akses Jalan Dikuasai Perusahaan Asing, Warga Dua Kecamatan di Garut Geruduk DPRD

GARUT (GE).- Ratusan massa dari dua kecamatan di Garut menggeruduk Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Garut guna mempertanyakan penutupan sumber mata air dan jalan desa di wilayah mereka. Jalan dan mata air tersebut kini digunakan oleh salah satu perusahaan asing yang ada di Kecanatan Leles. Mereka menduga ada keterlibatan pihak Dinas Pekerjaan umum dan Penataan Ruang (PUPR) dalam penutupan mata air dan jalan desa tersebut.

Berdasarkan pantauan “GE” di lapangan rombongan massa datang sekira pukul 10.00 WIB dengan menggunakan 10 truk ke Gedung DPRD. Kemudian mereka melakukan orasi dan mengecam atas keberpihakan Pemkab Garut kepada perusahaan asing.

Koordinator Forum Masyarakat Leles – Kadungora, Lukman, menuding ada keterlibatan Pemkab Garut dalam penutupan mata air dan jalan desa di Leles. Padahal sumber mata air itu digunakan oleh dua kecamatan.


“Ini bahaya, Pemkab Garut lebih mengutamakan perusahaan asing ketimbang warganya. Saya curiga Pemkab Garut dalam hal ini Kadis PUPR bermain mata dengan PT. Changsin Reksa Jaya,” ujar Lukman, Senin (16/10/17).

Menurut Lukman, mata air tersebut merupakan sumber kehidupan bagi warga dua kecamatan. Jika mata air ditutup, maka warga akan kesulitan mencari air.

“Mata air yang ditutup itu jadi sumber air bersih utama warga. Ditambah air itu untuk irigasi petani,” ujar Lukman saat menyampaikan orasinya di depan Gedung DPRD Garut.

Para petani, lanjutnya, tak bisa bercocok tanam karena air dikuasai salah satu pihak. Peternak ikan pun juga mengalami kekeringan dan tak bisa mencari penghasilan. Selain soal mata air, warga pun mengeluhkan penutupan jalan desa yang menjadi akses utama warga.

Massa aksi pun duduk di depan gedung dewan. Mereka ingin Bupati Garut, Rudy Gunawan untuk langsung mendengar aspirasi warga. Kedatangan warga ke gedung dewan menggunakan 10 truk yang dikawal Polres Garut. (Farhan SN/Useu)***

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI