Masuk SMP Tak Boleh Ada Pungutan, Kabid SMP: “Jika Terlanjur Bayar Ambil Kembali”

ILUSTRASI

GARUT, (GE).- Sebagaimana diketahui, belum lama ini sejumlah SMP di Garut telah menggelar pertemuan antara Komite dengan para orang tua siswa. Dalam pertemuan tersebut terungkap bahwa siswa baru harus membayar sumbangan, yang nilai sudah ditetapkan. Terang saja,aturan tersebut ditentang sejumlah orang tua siswa baru.

Kepala Bidang SMP pada Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, Totong, menegaskan bagi siswa baru yang masuk sekolah ke janjang SMP tidak boleh dipungut biaya apapun, dan berapapun nilainya. Harus gratis dan jangan dipersulit dengan pungutan apapun.

“Kepada para orang tua yang terlanjur membayar uang kepada pihak sekolah atau komite, dihimbau untuk diambil lagi. Terserah orang tua siswa itu sendiri. Kalau mau diambil silahkan. Tapi kalau mau disumbangkan untuk membantu kegiatan anak-anaknya disekolah juga tidak apa-apa,” ujar Totong, didampingi Kepala MKKS SMP, Yusup usai mengikuti kegiatan di Kampus Uniga, Sabtu (23/9/2017).


Sementara Yusup menambahkan, sebelum pelaksanaan penerimaan peserta didik baru (PPDB), pihaknya mewanti-wanti kepada semua kepala sekolah SMP jangan ada praktek pungutan biaya apapun.

“Sebelum PPDB juga kami termasuk Kepala Bidang SMP Pak Totong, juga Pimpinan kami, serta Pak Bupati sudah mewanti wanti tidak boleh ada pungutan apapun dan berapa pun,” katanya.

Menurut Yusup, kalaupun nanti pihak sekolah ada kekurangan tentunya harus dibuat dulu rencana kerja sekolah (RKS). Selanjutnya setelah RKS dibuat kalau masih ada kekurangan baru dimusawarahkan dengan komite.

“Komite juga tidak boleh sewenang-wenang. Komite harus transparan dan memberikan laporan, baik ke sekolah maupun ke orang tua siswa. Kan komite juga diberi SK oleh sekolah makanya harus koordinasi,” ujar Yusup.

Dijelaskannya, RKS itu dibuat setiap empat tahun sekali, dan setiap tahun boleh direvisi. Dan perlu diketahui pula bahwa sekolah tidak boleh menjual seragam.
“Yang boleh itu adalah menjual seragam ciri khas, misalnya batik, atau baju olahraga karena itu tidak bisa dibeli di toko-toko. Saber pungli juga kan sudah melarang sekolah menjual baju seragam,” tandasnya. (Alle)***

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI