Manuskrip Berumur Ratusan Tahun Ditemukan di Garut Utara

LIMBANGAN, (GE).- Jejak perjalan sejarah bisa dibuktikan dengan adanya bukti peninggalan di suatu lokasi dimana peradaban itu dibangun. Cerita mengenai sejarah memang sangat menarik bila kita telusuri. Termasuk sejarah tentang asal-usul salah satu wilayah yang kerap membuat penasaran. Sejarah tersebut bisa di terangkan dengan adanya saksi dan bukti yang menunjang tentang bagaimana suatu hal terjadi dimasa lampau.
Tetapi sejarah yang terjadi dengan kurun waktu ratusan hingga ribuan lalu, cukup sulit untuk dibuktikan melalui saksi hidup. Salah satu faktor penunjang pembuktiannya ialah dengan adanya situs atau artefak, serta catatan atau manuskrip yang dibuat para pelaku sejarah tersebut.

Di Kecamatan Limbangan, Kabupaten Garut, baru-baru ini telah ditemukan beberapa manuskrip kuno yang diperkirakan berumur ratusan tahun. Manuskrip kuno bernilai sejarah dan budaya tinggi ini, kini telah berada di tangan beberapa orang warga Limbangan. Salahseorang pemegang buku (manuskrip) atau biasa disebut koropak kuno ini ialah Ani Suhartini,M.Pd,. Ia mengaku menyimpan sedikitnya lima buah kitab yang ia dapatkan dari hasil pemberian warga Limbangan, dan beberapa buah dari hasil pencariannya sendiri.

Pengajar lulusan S2 Universitas Pendidikan Indonesia Jurusan Seni yang beralamat di Perumahan Pasir Huut Limbangan ini dikenal sosok yang menjunjung tinggi budaya dan sejarah terutama sejarah sunda. Untuk mengetahui isi dari tulisan yang terdapat di dalam buku-buku tua miliknya, ia mengundang bebrapa orang profesor ahli penerjemah bahasa tulisan kuno.

“Ya, para profesor mengatakan, jika tulisan tersebut ialah deretan kalimat berbahasa Sunda campur Jawa, yang ditulis dengan huruf Arab Pegon. Sedangkan isi dari manuskrip ini menceritakan tentang silsilah dan sejarah leluhur salah satu daerah yang kini bernama Limbangan, walaupun memang di dalamnya tidak ada kata-kata Limbangan, karena pada saat itu memang belum barnama Limbangan.” Ungkapnya.

Dikatakannya, terkait sisilah Karuhun Limbangan, itu terdapat pada halaman 53, dan dua tokoh yang di sebut-sebut dalam buku tersebut antara lain Embah Puspa dan Embah Puspasari. Sedangkan pada halaman pertama, membahas tentang ilmu ruh manusia. Ani menambahkan, benda yang terbuat dari kulit kayu dan kulit binatang ini, kemungkinkan salah satu alat atau media untuk memecahkan teka-teki sejarah Limbangan.

“Di dalam salah satu halaman, yaitu halaman 27, ada tulisan angka 1282, serta di halaman lain juga tertulis serupa dengan angka yang berbeda. Sementara ini, buku-buku itu akan disimpan. Dan akan digunakan bila diperlukan sebagai penunjang data dan penelitian lebih lanjut.” Pungkasnya. (Useu G Ramdani)***