Makanan Mengandung Bahan Berbahaya kian Marak. Pemerintah segera Melakukan Sidak

GARUT, (GE).- Maraknya berbagai jenis bahan pangan mengandung zat kimia berbahaya, menuntut pemerintah meningkatkan pengawasan. Karena itu, sejumlah instansi di Kabupaten Garut, Jawa Barat, segera menggelar rapat koordinasi terkait pengawasan keamanan makanan.

“Pada pertengahan pekan ini, tim pembinaan pengawasan mutu dan keamanan pangan yang terdiri dari sejumlah instansi, akan menggelar rapat koordinasi. Rapat itu digelar terkait kegiatan inspeksi mendadak (Sidak) terhadap bahan pangan berikut lokasi sasaran,” kata Kepala Seksi Pengawasan Keamanan Pangan, Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Garut, Yaomi Rusyanti, Selasa (21/3/17).

Namun, Yaomi membantah bila rapat bersama tersebut digelar khusus menindaklanjuti kasus produksi mi basah berformalin di wilayah Kecamatan Samarang yang terungkap baru-baru ini. Menurutnya, rapat koordinasi terkait keamanan bahan pangan rutin dilaksanakan setiap bulan.


“Kebetulan agendanya setelah aparat kepolisian mengungkap kasus pembuatan mi berformalin. Namun kasus ini akan menjadi bahan pembahasan kami dalam rapat nanti,” ujarnya.

Sejumlah instansi yang tergabung dalam tim pengawasan bahan pangan yaitu  Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Pertanian, Dinas Kesehatan, Dinas Peternakan dan Perikanan, Dinas Komunikasi dan Informasi, serta PKK Kabupaten Garut.

“Tim terpadu ini memiliki SK Bupati dalam setiap kegiatan inspeksi yang dilakukan. Tim bertugas sesuai bidang masing-masing, namun memiliki keterkaitan satu sama lain,” terang Yaomi.

Pasar tradisional dan para pedagang kaki lima, akan menjadi objek sasaran dalam sidak yang akan digelar itu.

“Kapan dan di mana kegiatan sidak, nanti ditentukan dalan rapat,” ucapnya merahasiakan.

Berdasarkan pengalaman,  kata Yaomi, setiap kegiatan sidak sebelumnya, berbagai bahan makanan yang mengandung zat kimia berbahaya selalu ditemukan di sejumlah pasar tradisional dan PKL penjaja makanan cepat saji. Yaomi menyebut kawasan perkotaan Kabupaten Garut sangat rentan terhadap peredaran makanan mengandung zat kimia.

“Kebanyakan kasus ditemukan di kawasan perkotaan. Kami juga pernah melakukan serangkaian pengujian. Ternyata makanan cepat saji yang dijual di sekolah-sekolah itu banyak mengandung bahan kimia,” katanya.

Zat kimia yang lumrah digunakan dalam makanan di antaranya formalin, boraks, dan pewarna tekstil.

Seperti diberitakan sebelumnya, aparat Polres Garut berhasil mengungkap kasus produksi mie basah yang diduga mengandung formalin di wilayah Kecamatan Samarang.

Dua karung mie basah berikut satu jeriken formalin disita dari dalam pabrik. Berdasarkan penyelidikan aparat, mie berbahan pengawet mayat itu tidak dijual di Garu. Namun secara rutin dipasarkan ke wilayah Bandung. (Farhan SN/GE)***

Editor : SMS

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI