Mak Ita Terharu, Dikunjungi Hj. Siti Mufattahah

LEUWIGOONG, (GE).-  Tentu kita masih ingat dengan Mak Ita (70), salah seorang janda renta yang rumahnya luluhlantak terbakar. Musibah kebakarna menimpa Mak Ita saat ia ketiduran usai menggoreng barang dagangannya yang biasa dijajakan esok harinya.

Seperti diberitakan  sebelumnya, Ma Ita adalah janda jompo yang kesehariannya berjualan gorengan di sekitar Kampung Karangsari, Desa Karangsari, Kecamatan Leuwigoong, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Belakangan, khabar memilukan terkait nasib Mak Ita pascakebakaran akhirnya sampai juga oleh salah seorang wakil rakyat di Senayan Jakarta. Adalah Hj. Siti Mufattahah Psi, MBA anggota DPR RI Komisi IX Fraksi Partai Demokrat dari Daerah Pemilihan Jawa Barat XI.  Ibu, demikian sapaan akrab Hj. Siti Mufattahah, memang dikenal kerap menyambangi kaum dhuafa yang tengah dalam kesusahan.


Dalam salah satu agenda Kunjungan Daerah Pemilihan (Kundapil), beberapa hari yang lalu,  Hj. Siti Mufattahah menyempatkan diri untuk mengunjungi Mak Ita yang saat ini masih ditampung oleh warga setempat.

Didampingi Kepala Desa Karangsari, Staf Kecamatan Lewigoong, Danramil dan Kapolsek Lewigoong,  Hj. Siti secara resmi memberikan santunan kepada Mak Ita.

Dikatakan Hj.Siti Mufattahah mengungkapkan, pemberian bantuan ini memang tidak seberapa jika dibandingkan dengan duka yang diderita Mak Ita. Ia sendiri sulit membayangkan bagaimana hancurnya hati Mak Ita, yang hidup sudah dikala usia tua renta dan hidup sebatang kara,  harus kehilangan tempat tinggalnya pula.

Padahal untuk sekedar mempertahankan hidupnya saja, meski  sudah kurang bertenaga lagi lantaran sudah uzur ia harus tetap bersemangat menjajakan dagangan alakadarnya berkeliling kampung dengan hasil yang tidak seberapa. Bila dibanding dengan kebutuhan pokok yang serba sulit akhir akhir ini tentunya tidak sebanding.

“Mak Ita itu wanita yang tangguh, ia pekerja keras meski usianya sudah renta,” tutur Hj.Siti, serya menyeka air matanya, Ahad (12/2/2017).

Dikatakannya, kegigihan Mak Ita layak untuk dijadikan teladan bagi kaum wanita terutama yang masih berusia muda dan bermalas-malasan. Sosok Mak Ita, seharusnya dapat dijakdikan motivasi kepada para wanita untuk tetap bersemangat dan giat bekerja. Apalagi menghadapi betapa sulitnya beban hidup yang terhimpit dengan berbagai krisis yang melanda rakyat Indonesia.

“Pemberian bantuan pada Mak Ita, memang tidak sebanding dengan pengorbanan dan duka Mak Ita. Saya berharap apa yang diberikan pada Mak Ita dapat membantu dan meringankan bebanbya.” Tuturnya.

Saat ini, warga Karangsari dibantu oleh Danramil, dan berbagai pihak tengah membangun kembali rumah Mak Ita di sisa-sisa puing reruntuhan pascarumah Mak Ita terbakar beberapa waktu lalu.

Saat Hj. Siti berkunjung, Mak Ita tampak terharu, terlebih saat mengetahui ternyata wanita yang ada dihadapnnya adalah salah seorang anggota DPR RI. Mak Ita tidak mengira bahwa yang dihadapnnya adalah pejabat negara yang selama ini ia kenal melalui cerita cerita tetangga, lantaran memang Anggota Dewan Pusat ini memang getol mengunjungi warganya hampir disetiap minggu.

Sebagai rasa syukurnya, Mak Ita pun mendoakan agar Hj.Siti Mufattahah menjadi Pejabat yang sholehah, amanah, dimudahkan rezekinya, dibarokahkan sisa umurnya, dan semoga kelak tetap terpilih kembali menjadi wakil rakyat. (TAF Senopati/ adv.)***

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI