Majelis Hakim akan Mempertemukan Amih, Yani, dan Handoyo pada Persidangan Kesembilan Kasus Anak Menggugat Ibu Kandung Rp 1,8 Miliar

Humas Pengadilan Garut, Endratno Rajamai.***

GARUT, (GE).- Keluarga besar Siti Rohaya (83), ibu yang digugat Rp 1,8 miliar oleh anak kandung dan menantunya sendiri, menyambut gembira rencana majelis hakim yang akan mempertemukan kedua pihak bersengketa pada persidangan kesembilan, Kamis (13/4/17) mendatang.
Sebagaimana dikatakan Humas Pengadilan Negeri Garut, Endratno Rajamai, dalam persidangan majelis hakim meminta agar para prinsipal menghadiri persidangan. Majelis hakim menilai, hal tersebut merupakan suatu keharusan dalam upaya memediasi kedua belah pihak sebelum jatuhnya putusan pengadilan.
“Majelis akan panggil para prinsipal. Itu dimaksudkan agar masalah ini bisa selesai secara kekeluargaan lah, jangan sampai setelah nanti putusan pengadilan jatuh, keduanya menyesal,” ungkap Endratno kepada wartawan, Kamis (6/4/17).
Rencana tersebut disambut gembira keluarga besar Amih, sapaan akrab Siti Rohaya. Bahkan, Eep Rusdiana, anak kesebelas Amih yang selama ini bertindak sebagai juru bicara keluarga, mengatakan, pihaknya akan mengupayakan Amih bisa menghadiri persidangan . Meski, kata Eep, hingga saat ini Amih masih menderita sesak nafas dan kesulitan dalam berjalan.
“Kami menyambut baik yang disampaikan oleh majelis hakim. Itu juga adalah keinginan Amih yang ingin bertemu Yani dan Handoyo. Kami selalu berupaya maksimal untuk menjaga dan merawat ibu kami, agar bisa hadir dipersidangan. Saya berharap setelah Amih hadir nanti, masalah ini akan cepat selesai secara kekeluargaan,” jelas Eep saat dihubungi “GE”, Kamis (6/4/17) malam.
Pada sidang kedepalan, Kamis (6/4/17) siang tadi, kedua pihak tetap ingin melanjutkan perkara. Pihak penggugat bersikeras tidak mencabut tuntutannyakepada tergugat, Siti Rohaya dan Asep Rohendi. Pihak penggugat tetap menuntut Amih dan Asep membayar ganti rugi Rp 1,8 miliar. Begitu pula pihak tergugat. Asep Rohendi selaku tegugat dua mengatakan, dirinya siap membayar utang yang senilai Rp 20 juta yang ia pinjam dari Handoyo pada tahun 2001 lalu ditambah Rp 100 juta sebagai bentuk ganti rugi.
“Saya siap membayar Rp 120 juta kepada Bapak Handoyo. Saya ingin masalah ini cepat selesai,” ungkap Asep dalam persidangan.(Mempis/GE)***

Editor : SMS

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI