Mahasiswa Uniga dari Tujuh Fakultas Siap Diterjunkan ke 42 Desa di Garsel

KOTA,(GE).- Sedikitnya 922 orang mahasiswa mengikuti pembekalan untuk persiapan menghadapi program KKN Tahun 2016. Sebelum diterjunkan ke tengah-tengah masyarakat, ratusan mahasiswa yang tercatat dari tujuh Fakultas ini mendapatkan pembekalan.

Prosesi pembekalan para mahasiswa ini telah berlangsung di Gedung Pendopo Garut, Kamis (21/07/2016). Sementara itu, ratusan mahasiswa semester akhir ini merupakan calon-calon sarjana dari beberapa fakultas, yang meliputi, Fakultas Ilmu Komunikasi (FIKOM), Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Fakultas Ekonomi (FE), Fakultas Pertanian, Fakultas Matematika dan IPA (F-MIPA), Fakultas Pendidikan Islam dan Keguruan, serta Fakultas Teknik.

Pembekalan tersebut sebagai persiapan bagi mahasiswa sebelum diturunkan ke lapangan di beberapa desa di Garut. Rencananya mahasiswa Uniga akan mengabdi kepada masyar akat selama satu bulan, dilepas tanggal 3 Agustus hingga 5 September 2016.

Rencananya, para peserta KKN yang dibagi menjadi 42 kelompok tersebut akan disebar ke enam Kecamatan dan 42 Desa di kawasan Garut selatan (Garsel). Diantara enam Kecamatan wilayah selatan Garut yang akan menjadi tempat KKN ini mencakup Kecamatan Cisompet (8 Desa), Kecamatan Cibalong (10 Desa), Kecamatan Pameungpeuk (6 Desa), Kecamatan Cikelet (7 Desa), Kecamatan Mekarmukti (5 Desa) dan Kecamatan Caringin (6 Desa).

Sebelumnya prosesi pembekalan ini akan dihadiri Bupati Garut, Rudy Gunawan. Namun bupati berhalangan hadir, dan mewakilkannya kepada Dr. H. Suherman, SH,M.Si., yang merupakan Staf Ahli Bupati Garut bagian politik dan hukum.

“Sebelumnya saya sampaikan permohonan maaf, karena beliau (Bupati/red.) berhalangan untuk hadir dalam acara ini.” Katanya.

Suherman berpesan, dalam pelaksanaan KKN nanti, para mahasiswa bisa menjaga nama baik almamaternya. Disamping itu, peserta KKN wajib untuk mengoptimalkan seluruh kemampuan akademisnya sehingga bisa bermanfaat untuk masyarakat luas.

“Satu hal yang tak kalah penting, peserta KKN jangan sampai terkontaminasi oleh dunia politik praktis. Peserta KKN harus murni melakukan pengabdian kepada masyarakat.” Ungkapnya.

Sementara itu, Rektor Universitas Garut, Dr. Ir. H. Abdusy Syakur Amin, M.Eng., mengatakan kegiatan KKN-Tematik ini merupakan kegiatan yang berbasis Education for Suistainable Depelopment. Dengan kata lain, pendidikan untuk pembangunan yang berkesinambungan dengan melibatkan mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu pengetahuan.

“Hal ini dilakukan karena permasalahan di tengah masyarakat memiliki kompleksitas yang sangat tinggi. Sehingga solusi yang ditawarkan tidak bisa dilihat dari satu persepektif saja.” Ujar H.Syakur, saat menyampaikan sambutannya.

Ditambahkannya, pada tahun tahun sebelumnya pelaksanaan KKN ini telah dilakukan mandiri oleh masing-masing fakultas. Sementara itu, mulai tahun 2016 pelaksanaan KKN dilakukan sekaligus dan terintegritas yang diikuti semua fakultas di lingkungan Universitas Garut.

“Disamping itu, pada tahun ajaran baru saat ini juga Universitas Garut akan melaksanakan program Bela Negara. Program ini wajib diikuti oleh seluruh calon mahasiswa baru tahun ajaran 2016-2017.” Jelasnya. (Sidqi Al-Ghifari)***

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI

Komentar

BAGIKAN