Mahasiswa STTG jadi Korban di Goa Batu Badak, Pihak Kampus akan Mengevaluasi Kegiatan Mapala

Salah seorang teman korban mahasiswa STTG yang jadi korban di Goa Batu Badak, berdoa di atas pusara makam Aminudin (alm) di kawasan Kampung Ciela, Desa Sirnajaya, Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut, Senin (19/11/2018)***

GARUT,(GE).-  Korban meninggal yang meninggal dunia dalam insiden di Gua Batu Badak Cisarongge, Desa Wakap, Kecamatan Bantarkalong, Kabupaten Tasikmalaya, kemarin,  Aminudin (18), mahasiswa Sekolah Tinggi Teknologi Garut (STTG) akhirnya dimakamkan.

Jenazah Aminudin (alm) tiba di rumahnya di Kampung Ciela, Desa Sirnajaya, Kecamatan Cisurupan sekira pukul 06.00. WIB. Prosesi pemakaman berlangsung sejira pukul 08.00 WIB di pemakaman umum, persis di depan rumahnya.

Seperti diketahui, Aminudin meninggal dunia saat melakukan kegiatan bersama rekan rekannya sesama  mahasiswa di kawasan goa tersebut.

Saat dimintai tanggapannya, pihak keluarga korban enggan berkomentar banyak terkait kematian Aminudin. Keluarga menyerahkan sepenuhnya kasus tersebut kepada pihak kampus.

“Keluarga dapat informasi jam 17.00 dari temannya. Informasi yang diterima keluarga kemarin, Aminudin sudah meninggal,” ujar salah seorang kerabat almarhum, Senin (19/11/2018).

Keluarga almarhum sendiri menyebut, Aminudin sempat berpamitan sebelum pergi ke Tasikmalaya. Kegiatan itu pun telah mendapat izin dari orang tua Aminudin.

Sementara itu, Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan STTG, Rina Kurniawati, membenarkan jika korban merupakan mahasiswa semester III. Pihak kampus belum mengetahui secara pasti kronologis kejadiannya.

“Setelah mendapat kabar, kami berkumpul untuk mengetahui kronologisnya,” ucap Rina di Kampus STTG, kawasan Tarogong Kidul, Garut.

Dikatakannya, masa bimbingan yang dilakukan mahasiswa pecinta alam itu telah diketahui pihak kampus. Untuk mengetahui kronologis kejadian, beberapa staf telah berangkat menuju Tasikmalaya.

“Sejak mendapat informasi, kami langsung kirim staf ke sana (Tasikmalaya). Pemulangan jenazah sampai ke rumah juga kami dampingi,” ucapnya.

Rina menambahkan, pihaknya akan mengevaluasi kegiatan mapala (mahasiswa pencinta alam) STTG. Namun ia belum memastikan waktu evaluasi yang akan dilakukan.

“Kami sekarang masih berbela sungkawa serta fokus untuk membantu pemulihan kondisi psikologis mahasiswa yang selamat,” katanya. (Tim GE)***

Editor: ER.

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI