Macan Tutul dan Hewan Dilindungi Lainnya Masih Hidup di Hutan Sancang Garut

GARUT, (GE).- Ditetapkan sebagai kawasan koservasi, Hutan Sancang atau yang akrab disebut “Leuweung Sancang” ternyata masih dihuni sejumlah hewan yang dilindungi. Macan Tutul, Banteng dan Lutung masih hidup di kawasan hutan yang masih terjaga itu.

Kepala Bidang KSDA Wilayah III, Himawan Sasongko, menyebut pihaknya melakukan pendataan satwa yang hidup di Hutan Sancang. Tiga macan tutul itu berhasil direkam petugas yang melakukan pemantauan.

“Macan tutul ada tiga. Satu jantan dan dua betina. Itu baru survei kecil tahun ini. Ketiganya terlihat setelah kami pasang kamera trap,” ujar Himawan di Leuweung Sancang, Rabu (21/11/18).


Pemantauan satwa terus dilakukan untuk mengetahui jumlah populasinya. Ia berharap, jumlah macan tutul bisa lebih banyak.

Selain macan tutul, lanjutnya, owa jawa dan lutung masih banyak ditemui di kawasan Sancang. Keberadaan satwa itu jadi patokan tentang kondisi alam di Sancang.

Sancang juga dikenal dengan keberadaan banteng. Namun pihak KSDA mengaku belum memiliki data terakhir. Masih banyak misteri yang harus dikuak dari hutan seluas 2.300 hektare itu.

“Banteng itu belum punya data terakhir. Mudah-mudahan masih ada. Masih banyak yg belum tergali,” ucapnya.

Keanekaragaman satwa itu, tambahnya, diharap bisa melestarikan cagar alam. Apalagi untuk pertama kalinya, Sancang dijadikan tempat pelepasliaran elang.

“Jika ada satwa lain yang mau dilepasliarkan di sini bisa dibahas bersama. Dilepaskannya elang di sini juga berdasar hasil kajian,” katanya.

Bukan hanya satwa, Sancang juga memiliki keanekaragaman hayati. Hutan mangrove di Sancang seluas 270 hektare merupakan yang terbaik di pesisir selatan Jabar.

“Ada 100 lebih varietas tanaman di Hutan Mangrovenya. Kalau di Santolo cuma ada satu jenis. Makanya di sini masih terjaga alamnya,” ucapnya. (Farhan SN)***

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI