MA Plus Al-Islam Konsisten Cetak Pelajar Prestatif, Kualitas Lulusannya Sebanding dengan Sarjana

Madrasah Aliyah Plus Al-Islam, di Kampung Pasirjeungjing, Desa Simpangsari, Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut, Jawa Barat/ Foto: Sidqi Al Ghifari/GE.

GARUT, (GE).- Meskipun berada di daerah pelosok, Madrasah Aliyah Plus Al-Islam selalu menorehkan banyak prestasi. Sekolah yang beralamat di Kampung Pasirjeungjing, Desa Simpangsari, Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut itu setiap tahunnya meluluskan siswa-siswi berprestasi yang mendapatkan beasiswa di berbagai perguruan tinggi negeri maupun swasta.

Tahun ini tercatat ada 23 alumni yang mendapatkan beasiswa, 16 orang diantaranya mendapatkan beasiswa program Bidikmisi ke Universitas Islam Negeri Bandung (UIN Bandung) dan UIN Yogyakarta juga perguruan negeri swasta.

Ahmad Supratman, yang meripakan staf kesiswaan, mengatakan MA Plus Al-Islam dalam kurikulumnya tetap mengutamakan pendidikan kepesantrenan, dan nilai-nilai keagaamaan. Hal tersebut yang menjadi salah satu resep rahasia setiap siswanya selalu berprestasi.


“IPA ya fokus di IPA, begitu juga IPS. Tetapi tetap ilmu kepesantrenan itu diberikan porsi yang sama. Meskipun sekolah ini berada di kampung, tapi minat setiap pelajarnya tinggi terhadap perkuliahan. Ya, meskipun di kampung tidak merasa kampungan, meskipun sunyi tetap saja berbunyi. Buktinya setiap kali ada perlombaan-perlombaan, siswa-siswi kami selalu eksis dan unggul,” ungkapnya, Ahad (14/05/2017).

Disamping kerap berprestasi, Ahmad menyebut setiap siswa yang baru saja lulus biasanya banyak diminta oleh sekolah-sekolah di luar daerah untuk dijadikan sebagai staf pengajar.

“Ya, mungkin karena kualitasnya yang sebanding dengan sarjana, juga lebih diunggulkan dengan kepesantrenan nya,” jelasnya.

Ahmad menyebut sekolah MA Plus Al-Islam sebagai sekolah dengan SPP murah, hanya Rp 50.000 sampai Rp 75.000 per bulannya. MA Plus Al-Islam juga setiap tahunnya mengagendakan ujian pengabdian masyarakat di kabupaten lain. Ujian pengabdian ini disiapkan pengelola sekolah sebagai bekal para siswa untuk menghadapi kehidupan bermasyarakat kelak. (Sidqi Al Ghifari/GE)***

Editor: Kang Cep.

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI