Luar Biasa ! Dinilai Berhasil Dalam Kiprah Pemberdayaan Masyarakat, Camat Selaawi Raih PNS Teladan

Camat Selaawi, Ridwan Efendi (berbaju putih) bersama R.Iip Hidayat selaku Ketua Tim Penguji PNS Teladan Tingkat Jawa Barat, di kantor Kecamatan Selaawi, Kabupaten Garut, Jum’at (06/06/2018)/ foto: SY/GE.***

GARUT,(GE).- Raut wajah Ridwan Effendi nampak sumringah ketika dinobatkan sebagai satu-satunya PNS Teladan 2018 yang mewakili Eselon Tiga di Pemkab Garut. Pria kalem yang menjabat sebagai Camat Selaawi itu mengaku bersyukur atas prestasi yang telah diraih di tingkat kabupaten dan dapat mengikut seleksi untuk PNS Teladan di Tingkat Jawa Barat.

“Lomba ini tentu menjadi motivasi bagi saya pribadi agar senantiasa berupaya untuk selalu lebih baik. Prestasi ini juga menjadi evaluasi karena tak terlepas dari masih banyak kekurangannya. Di dalam agama pun mengajarkan untuk selalu evaluasi,” tuturnya merendah, saat ditemui di ruang kerjanya, Jum’at, (6/9/18).

Disinggung konsep dan gagasan apa saja yang disampaikan terhadap tim penguji saat mengikuti seleksi PNS Teladan Tingkat Jawa Barat, Ridwan dengan penuh percaya diri menjelaskan seputar inovasi pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.


“Pembangunan di Kecamatan Selaawi ada tiga program unggulan inovasi. Di anatarnya, Bidang Pelayanan Publik (e-Kecamatan Selaawi), Bidang Koordinasi Pemerintahan Pembinaan dan Pengawasan Desa (Simadu Saketan) dan Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Seba Cratu),” ungkapnya.

Menurutnya, program inovasi tersebut dalam rangka pengembengan ekonomi kreatif bambu yang dipadukan dengan pengembangan pariwasata. Namun, ketiga program unggulan tersebut titik beratnya ada di pemberdayaan masyarakat.

Ditempat yang sama, Ketua Tim Penguji PNS Teladan Tingkat Jawa Barat yang juga sebagai Plt Sekretaris BKD Provinsi Jawa Barat, R. Iip Hidayat saat diminta tanggapannya, menyebut penilaian terhadap PNS Teladan ini dilakukan oleh pihak perguruan tinggi yakni dari ITB sebanyak tiga orang dan dari Pemprov Jabar.

“Untuk tesnya, yaitu tes keakuratan ide dasar murni dari dia pribadi selaku camat, bukan mengadopsi dari ide atau pemikiran orang lain,” ucapanya.

Ia menambahkan, tahapan tes berikutnya yaitu tes akademisi, visitasi dan cek lapangan.
Pihaknya juga melakukan sidak tertutup seperti meminta tanggapan dari masyarakat setempat terkait kinerja dan perilaku/sikap camat. Semuanya dinilai.

” Insya Allah untuk pemenangnya akan diumumkan pada bulan September ini juga,” pungkasnya. (SY)***

Editor: ER.

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI