LPKSM Al-Badar Perjuangan Terus Perjuangkan Nasib Anggota KSPPS BMT CSI

CIREBON, (GE).- Ribuan anggota Koperasi Simpan Pinjam Pembiayaan Syari’ah (KSPPS) BMT CSI di seluruh Indonesia, kini tengah berjuang untuk mendapatkan kepastian nasib simpanan dana di KSPPS BMT CSI yang saat ini sedang menghadapi masalah hukum.

Adanya respon positif dari pihak pengurus koperasi, dengan membuat draf perjanjian yang berisikan mekanisme pengembalian dana seluruh anggota. Hal ini rupanya cukup memberi sedikit angin segar.

Hampir seluruh anggota yang tersebar di beberapa provinsi di Indonesia, sudah mengisi formulir draf tersebut. Hal tersebut tentunya tak lepas dari pantauan Lembaga Perlindungan Konsumen Swadaya Masyarakat (LPKSM) Al-Badar Perjuangan yang selama ini menjembatani antara anggota dengan pengurus koperasi.


Kehadiran LPKSM Al-Badar Perjuangan dirasakan sangat bermanfaat bagi anggota. Pasalnya selain mendapatkan informasi mengenai proses hukum yang tengah di jalani oleh dua orang pimpinan CSI, anggotapun bisa mempunyai pegangan akan nasib dana yang mereka simpan.

Salah seorang anggota KSPPS BMT CSI yang sekaligus sebagai anggota tim restrukturisasi dana, Nono Supriatno mengatakan, langkah LPKSM Al-Badar Perjuangan sangatlah tepat. Salah satu upaya LPKSM Al-Badar perjuangan yang dirasakan oleh anggota, ialah dengan mendesak pengurus KSPPS BMT CSI, agar tidak mengabaikan nasib anggota.

“Upaya tersebut akhirnya berhasil, dan lahirlah draf perjanjian mengenai tahapan pengembalian dana anggota.” Tandasnya.

Menurt Nono, saat ini sudah 80 persen dari 16.000 anggota yang sudah melakukan verifikasi dan validasi data. Anggota yang sudah melakukan verifikasi itu, hampir semuanya ingin meneruskan keanggotaannya di KSPPS BMT CSI.

“Jika kita melihat situasi sekarang, jelas, LPKSM Al-Badar Perjuangan bisa dibilang sebagai palang pintu bagi anggota yang tengah berjuang mendapatkan kejelasan nasib dana simpanannya,” pungkas Nono, Minggu (19/03/2015).

Sementara itu, Ketua umum LPKSM Al-Badar Perjuangan, Vinartie Sapta Arini, R, S.Sos yang diwawancarai “GE” usai menghadiri jalannya verifikasi dan validasi data yang bertempat di Gedung Pudiklat CSI Cirebon, merasa lega. Menurutnya, seluruh anggota terlihat sudah sangat faham akan maksud baik pihak pengurus koperasi.

“Bahkan, kebanyakan anggota masih ingin tetap menjadi bagian dari perusahaan. Itu semua dirasa wajar, karena selama mereka menjadi anggota belum pernah merasakan dirugikan oleh perusahaan. Walaupun memang ada beberapa orang anggota yang tidak setuju dengan aturan main restrukturisasi dana. Tetapi itu hal yang wajar, karena setiap anggota mempunyai hak untuk menentukan langkah, termasuk menempuh jalur hukum sendiri.” Ungkap Vinartie.

Dijelaskannya, selain menjembatani antara pimpinan koperasi dengan anggotanya, tujuan utama LPKSM Al-Badar Perjuangan tak lain hanya ingin melindungi anggota dan juga pimpinan perusahaan.  Agar tidak terjadi hal yang merugikan kedua belah pihak. Selaku ketua umum LPKSM Al-Badar Perjuangan, Vinartie sangat memberi apresiasi positif terhadap kedua pimpinan CSI.

“Walaupun sekarang ini tengah menjalani proses hukum, mereka tetap mengedepankan kepentingan anggota. Oleh karena itu, saya meminta do’a dari seluruh masyarakat, terutama semua keluarga besar CSI, agar permasalahan ini bisa cepat terselesaikan.” Pungkasnya. (Useu G Ramdani/adv.)***

Editor: Kang Cep.

 

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI