LPKSM Al-Badar Perjuangan Sesalkan Pernyataan Pejabat OJK Terkait PT. CSI Group

KOTA, (GE).- Ketua Lembaga Perlindungan Konsumen Swadaya Masyarakat (LPKSM) Al- Badar Perjuangan, Vinartie Sapta Arini R, S.sos, mengungkapkan kekecewaannya atas beberapa pernyataan salah seorang pejabat Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Vinartie beranggapan pejabat OJK ini sudah menyebarkan informasi bohong ke publik melalui beberapa media online.

Kekecewaan Arini, bermula saat salah seorang pejabat OJK mengatakan di media online, jika PT. Cakra Buana Sukses Indionesia Gropu yang kantor pusatnya ada di Cirebon itu merupakan perusahaan investasi bodong.

“Jelas, dengan adanya pernyataan tersebut membuat banyak masyarakat, terutama yang sudah bermitra dengan PT. CSI Group merasa resah. Padahal hingga saat ini, semua pernyataan itu tidak terbukti sama sekali.” Ungkapnya.

Dikatakannya, bahkan dalam satu pernyataan lainnya, pejabat OJK yang bernama Tongam L. Tobing, menyebutkan jika PT. CSI Group sudah mempraktekan penipuan, dengan cara memperbanyak cabang.

“Lalu ia (Tongam L. Tobing/ red.) pada layer pertama mengatakan, memberikan pembayaran bunga sebesar lima persen, namun semakin lama investasi tersebut maka tidak akan dibayar. Pernyataan jelas sama sekali tidak benar,” jelasnya.

Menurut Arini, semua pernyataan miring mengenai PT. CSI tidak ia temukan. Bahkan, pihak CSI berani membayar Rp 1 Miliar, jika ada yang bisa membuktikan bahwa PT. CSI Group sudah melakukan penipuan, ataupun merugikan mitranya selama ini.

“Memang benar, bahwa pihak OJK sudah melaporkan PT. CSI Group ke pihak kepolisian. Namun hingga saat ini tidak ada bukti jika PT. CSI Goup sudah melakukan penipuan.” Tandasnya.

Dengan terus beredarnya pernyataan miring tentang PT. CSI, akhirnya Ketua DPP LPKSM AL- Badar Perjuangan, Vinartie Sapta Arini bersama beberapa anggota lainnya, mendatangi kantor OJK tersebut setelah sebelumnya memberitahukan melalui surat. Namun sayang, pejabat OJK yang akan ditemui tersebut tidak berada di tempat.

“Hanya ada beberapa orang satgas OJK saja yang bersedia menemui. Dikarenakan orang yang bersangkutan tidak berada di tempat, pertemun tersebut tidak membuahkan hasil.” Pungkasnya . Selasa, (28/06/16). ( Useu G Ramdani).***

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI

Komentar

BAGIKAN